Tribun Jateng Hari Ini
Perdamaian AS-Iran Jadi Katalis Positif, IHSG Berpeluang Menguat Lagi
Pasar akan dipengaruhi sejumlah sentimen. Pertama, adanya peluang tercapainya penandatanganan damai antara AS dan Iran
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan tren positif pada perdagangan awal pekan ini, setelah ditutup menguat 121,62 poin atau 2,07 persen ke level 6.007,65 pada Jumat (12/6).
Dalam sepekan terakhir, indeks sudah mencatatkan kenaikan 9,58 persen, setelah tren penurunan cukup dalam sekitar 37 persen sejak awal 2026.
Untuk perdagangan Senin (15/6), Analis sekaligus VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi memperkirakan IHSG bergerak mixed cenderung menguat terbatas dalam rentang level support 5.858 dan resistance 6.165.
Secara teknikal, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) menunjukkan penguatan tren, sejalan dengan kenaikan Relative Strength Index (RSI).
Audi berpandangan, pasar akan dipengaruhi sejumlah sentimen. Pertama, adanya peluang tercapainya penandatanganan damai antara AS dan Iran, yang menurut Presiden AS Donald Trump memiliki probabilitas hingga 80 persen.
Penandatanganan damai itu mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, penarikan armada laut, serta dismantling program nuklir Iran.
"Pasar akan cenderung merespons positif dan berdampak pada peningkatan confidence di pasar saham atau high risk. Risiko inflasi tinggi akan mengendur di tengah normalisasi harga minyak mentah dunia," katanya, kepada Kontan, Minggu (14/6).
Sentimen kedua, stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, bahkan kecenderungan penguatan menuju level Rp 17.779 per dolar AS, dinilai dapat menjadi katalis positif bagi pasar keuangan domestik.
Ketiga, kebijakan pemerintah yang menitikberatkan pada disiplin fiskal, termasuk penyesuaian anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes).
Langkah itu dipandang memperkuat komitmen pemerintah untuk menjaga defisit anggaran di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sehingga berpotensi memberikan sentimen positif bagi pelaku pasar.
Keempat, kejelasan mengenai skema ekspor Danantara yang tidak menerapkan mekanisme gross split. Kepastian itu dianggap dapat mengurangi potensi gangguan arus kas (cash flow) para eksportir.
Sementara, praktisi pasar modal sekaligus Pendiri WH-Project, William Hartanto, menganalisis secara teknikal bahwa IHSG masih dalam pengujian level psikologis 6.000.
Level itu dianggap belum benar-benar ditembus, meskipun pada perdagangan kemarin sudah ditutup sedikit di atasnya. Selain itu, posisi IHSG belum sepenuhnya mengalami reversal karena secara tren masih terlihat menurun.
Resistance penentu pembalikan arah berada pada level 6.200. Pola Shooting Star pada candle IHSG pada Jumat lalu menunjukkan adanya tekanan jual yang merupakan bentuk profit taking.
"Bisa disimpulkan peluang IHSG untuk melanjutkan penguatan masih terbuka. Namun di awal pekan kemungkinan masih mixed karena adanya pengujian level psikologis 6.000," jelasnya, kepada Kontan, Minggu (14/6).
William juga memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran 5.914-6.100 pada perdagangan Senin (15/6). Ia menyarankan buy saham BUMI dan FORE.
Sementara, Audi membagikan beberapa saham pilihan yang menarik dicermati pada perdagangan Senin (15/6), antara lain AMMN, DEWA, dan HRUM. (Kontan/Rashif Usman)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ihsg-di-pasar-modal.jpg)