Sabtu, 30 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Blora

Pemkab Blora Jajaki Kerja Sama dengan ITB Terkait Pengembangan Teknologi Karbon

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora melaksanakan kunjungan kerja ke kampus Institut Teknologi Bandung (ITB)

Tayang:
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: muslimah
Pemkab Blora
KUNJUNGAN KE ITB - Kunjungan Bupati Blora Arief Rohman bersama jajaran Pemkab Blora ke kampus ITB, Senin (5/1/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora melaksanakan kunjungan kerja ke kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) pada senin Sore (5/1/2026). 

Kunjungan ini dalam rangka Koordinasi Rencana Kerja Sama Program Carbon Capture Utility Storage (CCUS) Dan Pembahasan Usulan Warisan Budaya Takbenda bersama ITB. 

Dalam hal ini Bupati Blora, Arief Rohman memimpin langsung kunjungan bersama dengan Wakil Bupati Sri Setyorini, Sekda dan sejumlah OPD terkait. 

Kunjungan kali ini disambut langsung oleh Prof. Sanggono Adisasmito Kepala Pusat Pemanfaatan Karbon Dioksida dan Gas Suar ITB bersama sejumlah pejabat lain dari ITB. 

Mengawali sambutannya Bupati Arief rohman mengucapkan terima kasih dan apresiasi kami sampaikan kepada ITB yang telah berkenan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Blora

"Ini adalah dukungan pembangunan yang luar biasa bagi kami. Pembangunan Kabupaten Blora kami arahkan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang maju dan berkelanjutan, dengan tetap berakar pada potensi lokal," jelasnya.

Menurutnya Pengembangan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) merupakan bagian dari transformasi menuju ekonomi hijau dan rendah karbon. 

"Bagi Kabupaten Blora, CCUS bukan hanya agenda global, tetapi peluang strategis untuk mengelola potensi daerah secara bertanggung jawab, bernilai tambah, dan berorientasi jangka panjang," imbuhnya. 

Mas Arief Sapaan akrabnya menjelaskan sebagai daerah yang memiliki potensi sektor energi dan basis pertanian yang kuat, Blora memandang CCUS sebagai ruang kolaborasi antara teknologi, kebijakan, dan kepentingan masyarakat. 

"Oleh karena itu, kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada kajian konseptual, tetapi berkembang menjadi riset terapan dan percontohan kebijakan daerah yang terintegrasi dengan perencanaan pembangunan," tuturnya. 

Dengan adanya rencana Blora Biochar dan Carbon Farming Hub kami pandang sejalan dengan kebutuhan daerah, karena tidak hanya berkontribusi pada penurunan emisi karbon, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha lokal, melalui peningkatan produktivitas dan nilai tambah berbasis teknologi ramah lingkungan.

Di sisi lain lanjut Mas Arief Pembangunan berkelanjutan bagi Kabupaten Blora tidak hanya sebagai upaya menjaga lingkungan, tetapi juga sebagai komitmen untuk merawat jati diri dan warisan budaya. 

"Salah satu kekayaan budaya kami adalah kesenian Barongan, yang mengandung nilai sejarah, sosial, spiritual, dan kearifan lokal masyarakat Blora," terangnya. 

Oleh karena itu, upaya pengusulan Barongan sebagai Warisan Budaya Takbenda merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan nilai budaya di tengah arus modernisasi. 

"Bagi kami, Barongan bukan sekadar seni pertunjukan, tetapi representasi relasi manusia dengan alam, solidaritas sosial, dan nilai keberlanjutan yang telah hidup dalam masyarakat Blora," harapnya. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved