Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Brebes

DWP Dinbudpar Brebes Dilatih Mengelola Sampah Jadi Eco Enzyme

DWP Dinbudpar Brebes menggelar pertemuan rutin sekaligus pelatihan pengolahan sampah organik jadi cairan fermentasi multiguna, eco enzyme.

Tayang:
Penulis: Wahyu Nur Kholik | Editor: deni setiawan
Istimewa/PEMKAB BREBES
IKUTI PELATIHAN - Pengurus DWP Dinbudpar Kabupaten Brebes mengikuti pelatihan pengolahan sampah organik menjadi cairan fermentasi multiguna, eco enzyme, Rabu (28/1/2026). 

TRIBUNJATEG.COM, BREBES - DWP Dinbudpar Kabupaten Brebes menggelar pertemuan rutin sekaligus pelatihan pengolahan sampah organik menjadi cairan fermentasi multiguna, eco enzyme.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Dinbudpar Kabupaten Brebes, Rabu (28/1/2026).

Selain sebagai ajang peningkatan kapasitas anggota, pertemuan ini menjadi momentum emosional bagi Plt Pembina DWP Dinbudpar Kabupaten Brebes, Sriatun Eko Supriyanto untuk sekaligus memberikan motivasi kepada para pendamping Aparatur Sipil Negara (ASN).

Baca juga: Susun RKPD 2027, Pemkab Brebes Saring Usulan Berbagai Pihak

Pemkab Brebes Bakal Sulap Gunungan Sampah Menjadi Energi Listrik

Dalam sambutannya, Sriatun Eko Supriyanto menekankan pentingnya peran istri ASN dalam mendukung kinerja suami melalui organisasi DWP. 

Sejak 25 Desember 2025, Eko Supriyanto telah dilantik sebagai Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Brebes, namun masih mengemban amanah sebagai Plt Kepala Dinbudpar.

"Secara otomatis, saya masih menjabat sebagai Plt Pembina DWP Dinbudpar."

"Saya berharap ke depan, di bawah kepemimpinan yang baru, yang saat ini sedang proses asesmen JPT organisasi ini bisa berjalan jauh lebih baik lagi," ujar Sriatun.

Sriatun yang juga Sekretaris Dinkominfotik Kabupaten Brebes menyampaikan permohonan maaf dan pesan mendalam mengenai loyalitas sebagai abdi negara.

"Sebagai istri ASN, harus siap mengikuti ke mana pun tugas memanggil sesuai SK Bupati. Saya berharap silaturahmi ini tetap terjaga," tambahnya.

Selanjutnya, puncak acara diisi pelatihan pembuatan eco enzyme yang dipandu oleh pegiat eco enzyme Nusantara wilayah Brebes, Ulfatunlaeli Sa’adiyah.

Laeli memaparkan, eco enzyme adalah solusi praktis untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan mengolah sampah dapur menjadi produk bermanfaat.

Baca juga: Antisipasi Banjir Susulan, Pemkab Brebes Kerahkan Empat Alat Berat di Bumiayu

"Hasil Potongan Mesin" Penampakan Kayu Gelondongan di Banjir Bandang Brebes,

Dengan rumus 1:3:10, Laeli membagikan formula sederhana pembuatan eco enzyme yang dapat dipraktikkan di rumah:

  • 1 Bagian: Gula merah atau molase.
  • 3 Bagian: Sampah organik (minimal 5 jenis kulit buah/sayur segar, tidak berlemak/keras).
  • 10 Bagian: Air (60 persen dari volume wadah).

"Proses fermentasi dilakukan selama tiga bulan dalam wadah tertutup rapat."

"Hasilnya adalah cairan 'bonus melimpah' yang bisa menjadi sabun mandi, karbol, detergen, hingga pembersih udara," jelas Laeli.

Lebih dari sekadar produk kebersihan, pengolahan eco enzyme diklaim sebagai langkah nyata melawan krisis iklim. 

Dengan mencegah sampah organik membusuk di TPA, emisi gas metana dapat dikurangi, yang pada gilirannya membantu melindungi lapisan ozon dan menekan pemanasan global.

"Diharapkan, melalui pelatihan ini, para anggota DWP Dinbudpar Kabupaten Brebes tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pelopor pelestarian lingkungan di lingkungan keluarga dan tetangga masing-masing," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved