Kamis, 14 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Semarang

"Ruang Isolasi Jebol Tiga Kali", Cerita Pengelola Among Jiwo Hadapi ODGJ Kerap Melarikan Diri

Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang ditampung di Rumah Singgah Among Jiwo Kota Semarang.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah
JEBOL TEMBOK - Kondisi ruang isolasi Among Jiwo Semarang. Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang ditampung di Rumah Singgah Among Jiwo Kota Semarang disebut kerap melarikan diri dengan membobol atap bangunan. Tribun Jateng/Idayatul Rohmah 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang ditampung di Rumah Singgah Among Jiwo Kota Semarang disebut kerap melarikan diri dengan membobol atap bangunan.

Pengelola menyebut, kondisi itu terjadi lantaran fasilitas ruang isolasi yang dimiliki saat ini dinilai belum memadai untuk menampung penerima manfaat dengan kondisi ekstrem.

Kepala UPTD Among Jiwo, Setiyani Eka Ambarsari mengatakan, penghuni dengan kondisi emosional tidak stabil biasanya ditempatkan di ruang isolasi maupun sel bagian dalam.

Baca juga: Kecelakaan Truk Bak Terguling di Pantura Mangkang Semarang, Batang Kayu Berserakan Bikin Macet Parah

Baca juga: Ibadah Padang, Cara Umat Kristiani Jepara Rayakan Kenaikan Isa Almasih

Namun, sejumlah fasilitas isolasi justru beberapa kali dirusak penghuni.

"Kita punya isolasi tiga itu dijebol semua, mereka kabur," ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, penghuni ODGJ yang ingin kabur kerap memanfaatkan celah bangunan. Mereka memanjat dan membobol atap ruangan.

"Nah, itu mereka kaburnya lewat atap. Itu manjat. Enggak tahu saya caranya mereka tuh pintar-pintar malah. Itu kalau mau kabur itu mereka pintar cari celah," katanya.

Ia menjelaskan, penghuni dengan kondisi emosional relatif stabil ditempatkan di sel bagian dalam yang dipisah antara laki-laki dan perempuan. Sedangkan penghuni dengan kondisi ekstrem ditempatkan di ruang isolasi.

"Kalau yang di luar, yang diisolasi itu kondisinya ekstrem," katanya.

Menurutnya, pihaknya juga beberapa kali menerima kiriman ODGJ dengan kondisi berat dari luar daerah.

Terbaru yakni seorang perempuan diduga ODGJ asal Kendal yang berkali-kali kembali ke Semarang meski sudah dipulangkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Kendal.

ODGJ tersebut bahkan sempat viral di media sosial.

"Sudah diambil siang. Sore itu sudah sampai Kalibanteng lagi. Sudah mangkal di situ," ujarnya.

ODGJ tersebut diketahui kerap berada di kawasan arteri Yos Sudarso.

"Itu kan bapaknya sopir truk apa supir bus gitu loh. Nah, dia kadang-kadang ngadang bapaknya itu di situ," katanya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved