Berita Brebes
Iringan Tarling dan Langkah Kuda Lumping: Cara Unik Petani Bulusari Brebes Mengusir Tikus dari Sawah
Cara unik petani pakai kesenian kuda lumping untuk tradisi mengusir tikus di Desa Bulusari, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Penulis: Wahyu Nur Kholik | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Tikus merupakan hama yang serius bagi sejumlah petani.
Untuk mengusirnya, petani di Desa Bulusari, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah mempunyai tradisi yang unik menggunakan kesenian kuda lumping.
Cara ini diyakini para petani bisa mengusir hama tikus karena kerap merusak tanaman bawang merah dan padi, pada saat musim tanam.
Pertunjukan kuda lumping digelar di sekitar area persawahan yang hendak di tanami bawang merah dengan iringan musik khas lagu tarling pesisiran, yang dipercaya mampu mengusir tikus dari area sawah karena menimbulkan getaran dan kebisingan yang tidak disukai hama tikus.
Baca juga: Potret Kuda Lumping Raksasa di Karnaval Budaya Ambarawa Kabupaten Semarang
Sementara sebagian petani lainnya yang berhasil menangkap sejumlah tikus-tikus diarea sawah, dimasukan dalam kandang, untuk diarak mengitari area persawahan dan oleh para petani selanjutnya dibuang ke dalam air sungai.
Nur Wahid, seorang petani bawang merah Desa Bulusari mengaku, bahwa akhir-akhir ini, lahan persawahan di desanya kini mulai diserang hama tikus yang menggerogoti tanaman bawang merah maupun padi milik para petani.
"Harapannya dengan ritual jaran lumping di lahan persawahan, tidak ada lagi tikus-tikus yang merusak tanaman petani."
"Apalagi kami berharap hasil panen nanti bisa mengalami untung sehingga bisa meningkatkan perekonomian keluarga," ujarnya, Selasa (13/01/2026).
Desa Bulusari, Kecamatan Bulakamba sendiri memiliki luas sawah mencapai 320 hektar yang dimiliki oleh sekitar 700 petani.
Kepala Desa Bulusari Saefudin Trirosanto mengatakan, cara unik mengusir hama tikus yang kerap merusak tanaman padi dengan menggelar pertunjukan jaran lumping di area persawahan dilakukan bukan hanya sekedar hiburan belaka.
Melainkan juga kesenian jaran lumping sebagai kearifan lokal yang perlu terus dilestarikan.
"Secara filosofi, jaran lumping diyakini sebagai simbol atau 'segel kekuatan' yang pada masa lampau digunakan untuk mengusir penjajah."
"Keyakinan itu kemudian diwariskan dan dimaknai oleh para petani hingga sekarang," ungkapnya.
Termasuk, kata Saefudin, sebagai ritual doa bersama menjelang musim tanam, unsur spiritual melalui pertunjukan jaran lumping diyakini mampu mengusir hama, khususnya tikus, agar kembali ke habitatnya.
Simbolisasi ini ditunjukkan dengan membawa tikus dan kemudian membuangnya ke aliran sungai.
| Pemkab Brebes Uji Coba Olah Sampah Organik dengan Maggot di 4 Pasar Tradisional |
|
|---|
| Gerak Cepat DP3KB Brebes, Pulangkan Remaja Putri Telantar di Magelang |
|
|---|
| Pemkab Brebes Dampingi AN Siswa SD Korban Bullying Teman Sekelasnya |
|
|---|
| Sekda Brebes Ekspos Manajemen Talenta di Kantor BKN, Ini Paparannya |
|
|---|
| Tingkatkan Pelayanan ke Masyarakat, Dokter Gigi di 17 Puskesmas se-Brebes Gelar Evaluasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260113_Seni-tradisional-kuda-lumping-usir-tikus-di-Brebes_1.jpg)