Selasa, 16 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Kisah Siti Rokhanah, Janda yang Bertahan Hidup Selama 20 Tahun dari Kepungan Rob di Kendal

Sejauh dua kilometer dari jalan raya Kendal, ada sebuah rumah sederhana yang tetap berdiri di tengah genangan air rob. 

Tayang:
TRIBUN JATENG/ist/ Polres Kendal 
TERKEPUNG ROB - Kondisi rumah milik Siti Rokhanah yang terkepung genangan rob di Kelurahan Mbalok Kecamatan Kendal Kabupaten Kendal. Rob menggenang permukiman tersebut sejak 2006, dan perlahan merubah lahan permukiman warga menjadi tambak.  

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Sejauh dua kilometer dari jalan raya Kendal, ada sebuah rumah sederhana yang tetap berdiri di tengah genangan air rob. 

Rumah itu merupakan milik Siti Rokhanah (64), seorang janda warga RT 5 RW 1, Kelurahan Mbalok, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal.

Dibutuhkan perjuangan ekstra untuk sampai ke rumah Siti Rokhanah, yang tepat berada di tengah-tengah lahan yang sepenuhnya tergenang air rob. 

Baca juga: Banjir Rob Mengganas di Pati, 436 Hektare Tambak Terendam dan Kerugian Ditaksir Capai Rp50 Miliar

Dari total jarak 2 kilometer, hanya 1 kilometer jalan yang bisa dilalui menggunakan sepeda motor. 

Selebihnya, harus melewati jalan berlumpur yang tak lagi terlihat fisiknya, ditambah genangan air pasang yang mengancam keselamatan. 

Sesekali, harus menggunakan tongkat untuk menemukan badan jalan yang sepenuhnya telah tenggelam.

Jika tak waspada dan salah langkah, kaki bisa terpeleset ke tambak sedalam 1 meter. Namun bagi Siti Rokhanah, aktivitas itu sudah ia jalani sejak 2006 silam. 

Bersama putranya, Sisdri Atmoko (37), mereka tetap bertahan tinggal di lokasi yang setiap hari dikelilingi air rob. 

Rokhanah bercerita, sewaktu pertama kali tinggal di RT 5 RW 1, Kelurahan Mbalok, tempatnya begitu sejuk. 

Sepanjang jalan di kiri dan kanan, ditumbuhi tanaman dengan lahan pertanian yang cukup subur. 

Tak hanya itu, warga juga masih banyak yang hidup di sana. Namun sejak tahun 2021, air rob mulai memasuki permukimannya. Di tahun-tahun setelahnya, ketinggian air semakin tinggi.

Banyak tetangganya satu per satu meninggalkan perkampungan dan membangun rumah baru yang terbebas dari rob. Tapi bagi Rokhanah yang terkendala ekonomi, dia tak bisa berbuat apa-apa. 

Dia pun terpaksa setiap hari hidup dalam kepungan air rob yang terus naik setiap harinya. 

"Kalau setiap hari, air yang masuk ke rumah paling tidak sekitar 10 cm. Rumah tidak pernah bebas dari air rob,” kata Rokhanah, Senin (15/6/2026).

Dia mengatakan, selama hidup dalam kepungan rob, dia hanya mengandalkan uluran tangan dari anaknya. Rumahnya pun tak ditinggikan, saban hari kakinya hanya dilindungi sepatu boot. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved