Berita Tegal
Pemkab Tegal Berkomitmen Menata Masa Depan Pembangunan Melalui Data
Pemkab Tegal berkomitmen menjadikan data sebagai dasar tata kelola pemerintahan dan penentu arah pembangunan daerah.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Data menjadi fondasi utama bagi pengambilan kebijakan yang lebih tepat.
Pemkab Tegal berkomitmen menjadikan data sebagai dasar tata kelola pemerintahan dan penentu arah pembangunan daerah.
Pernyataan tersebut mengemuka saat berlangsung acara Bangun Budaya Melek Data bertema "Sinergi Literasi Statistik, Desa Cinta Statistik (Desa Cantik), dan Sensus Ekonomi 2026" yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tegal bekerja sama dengan Pemkab Tegal di Pendopo Amangkurat.
Baca juga: Forkopimda Kabupaten Tegal Bagikan Bansos di Kalisusu Kedungbanteng, Ada 100 Paket
Kegiatan yang diikuti perangkat daerah, pemerintah desa, akademisi, pelaku usaha, dan unsur masyarakat ini menjadi bagian dari strategi pemda meningkatkan pemanfaatan data statistik sebagai dasar perencanaan pembangunan, pengambilan keputusan, serta evaluasi kebijakan publik agar lebih efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mengatakan, data yang akurat dan valid merupakan fondasi utama dalam merumuskan kebijakan publik.
Dengan kata lain, kebijakan yang berdampak positif dan nyata bagi masyarakat hanya dapat dihasilkan dari perencanaan pembangunan berbasis data yang akuntabel.
“Data adalah fondasi kita dalam merumuskan kebijakan dan arah pembangunan, mulai dari peningkatan pendidikan, penurunan kemiskinan dan pengangguran, hingga peningkatan indeks pembangunan manusia,” ujar Bupati Ischak, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Jumat (19/12/2025).
Bupati Ischak menyoroti dinamika data sosial dan ketenagakerjaan di Kabupaten Tegal, khususnya terkait angka kemiskinan dan pengangguran.
Ia menekankan pentingnya analisis data yang komprehensif agar kebijakan ketenagakerjaan mampu menciptakan keseimbangan penyerapan tenaga kerja antara laki-laki dan perempuan.
Bupati Ischak juga menekankan peran strategis desa melalui program Desa Cantik.
"Sebab dengan keterbukaan dan integrasi data dari tingkat desa hingga kabupaten, perencanaan pembangunan tentunya menjadi lebih presisi, tepat sasaran, dan selaras dengan arah pembangunan daerah," ungkap Bupati Ischak.
Kepala BPS Kabupaten Tegal Bambang Wahyu Ponco Aji menjelaskan, di era digital dan keterbukaan informasi saat ini, data memiliki peran yang semakin strategis.
Data tidak lagi sekadar sajian laporan administratif, melainkan kompas utama dalam menentukan arah pembangunan yang tepat dan berkelanjutan.
Dalam paparannya bertajuk Literasi Statistik dan Evaluasi Desa Cantik, Bambang menegaskan literasi statistik merupakan kunci dalam membangun kesadaran dan kemampuan aparatur pemerintah serta masyarakat untuk memahami, mengolah, dan memanfaatkan data secara benar.
“Literasi statistik bukan hanya kebutuhan teknis, tetapi keterampilan hidup yang harus dimiliki seluruh lapisan masyarakat agar data dapat dipahami, dimanfaatkan, dan dipertanggungjawabkan dengan benar,” jelas Ponco Aji.
| Terima Kunjungan Resmi Dubes Palestina, Bupati Tegal Ischak Pererat Jalur Diplomasi dan Kemanusiaan |
|
|---|
| Kisah Inpiratif Nur Istiqomah Wisudawan Universitas Harkat Negeri, Keterbatasan Bukan Penghalang |
|
|---|
| 635 Peserta Meriahkan FASI IX Kabupaten Tegal, Pemkab Dorong Generasi Qurani Berprestasi |
|
|---|
| Pemkab Tegal Serahkan Tujuh Mobil Ambulans, Perkuat Akses Layanan Kesehatan Warga |
|
|---|
| 293 PNS Dilantik, Bupati Tegal Ischak Tekankan ASN Adaptif dan Berorientasi Pelayanan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251219_Bangun-Budaya-Melek-Data.jpg)