Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kabupaten Tegal

Pemkab Tegal dan BNPB RI Percepat Pembangunan 456 Huntara di Padasari 

Pemerintah Kabupaten Tegal mempercepat penanganan dampak bencana tanah bergerak yang melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara

Tayang:
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Humas Pemkab Tegal
KUNJUNGAN KERJA: Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, saat mendampingi kunjungan kerja Kepala BNPB RI Suharyanto, di Posko Pengungsian Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kamis (19/2/2026). Pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Tegal mempercepat penanganan dampak bencana tanah bergerak yang melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara.  

Sejak kejadian pada 3 Februari 2026, Pemkab Tegal bersama TNI-Polri bergerak cepat mengevakuasi warga demi keselamatan, mengingat bencana serupa pernah terjadi pada 1986, 2022, dan 2024. 

Dukungan logistik terus mengalir dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Sosial, BNPB, serta berbagai pihak. 

Lokasi terdampak juga telah menerima kunjungan Menteri PU, Ketua DPR RI, dan Wakil Presiden RI sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar relokasi dan pemulihan berjalan lancar,” tegas Bupati Ischak. 

Sementara itu, Kepala BNPB RI Suharyanto menekankan percepatan pembangunan Huntara harus diimbangi dengan perencanaan hunian tetap (Huntap). 

Ia meminta pemerintah daerah segera menyiapkan lahan relokasi bagi warga dengan rumah rusak berat.

“Huntara merupakan solusi sementara. Fokus berikutnya adalah Huntap. Pemerintah daerah menyiapkan lahan sedangkan pemerintah pusat membangun,” kata Suharyanto. 

Suharyanto juga mengingatkan pentingnya koordinasi dengan Badan Geologi Kementerian ESDM untuk memastikan klasifikasi kerusakan bangunan dan keamanan lahan terdampak. 

Untuk infrastruktur yang rusak, BNPB meminta segera disusun Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (R3P) agar dukungan kementerian teknis dapat direalisasikan, termasuk pembangunan sekolah, pondok pesantren, jalan, dan jembatan. 

"Selain itu, fasilitas MCK, listrik, dan jaringan internet di lokasi pengungsian harus diperkuat guna memastikan kenyamanan pengungsi selama masa transisi," ujar Suharyanto. 

Sejalan dengan percepatan penanganan tersebut, Pelaksana Strategis Jawa Tengah mewakili UPT Kementerian PU Jawa Tengah Affi Tritato, menyampaikan pembangunan 456 unit Huntara telah dimulai dengan dukungan alat berat dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional dan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana.

Pematangan lahan ditargetkan selesai dalam satu minggu, kemudian dilanjutkan pemasangan modular Huntara dari Bogor. 

"Secara keseluruhan, pembangunan ditargetkan rampung sebelum Lebaran sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan bagi masyarakat terdampak," pungkasnya. (dta) 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved