Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

DPRD Kabupaten Tegal

DPRD Kabupaten Tegal Minta Program Saba Latar Jangan Hanya Seremoni, Tekankan Harus Ada Gebrakan 

Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal menekankan program Saba Latar atau Sabtu Baca Literasi Anak Pintar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata

Tayang:
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/DPRD Kabupaten Tegal
RAPAT KOORDINASI: Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Bagus Sakti Maulana saat menghadiri rapat koordinasi dengan OPD, bertempat di Ruang Komisi IV belum lama ini. Bagus Sakti Maulana menyampaikan, Program Saba Latar atau Sabtu Baca Literasi Anak Pintar tidak hanya seremonial belaka melainkan harus ada monitoring dan evaluasi agar benar-benar maksimal dan berdampak. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal menekankan program Saba Latar atau Sabtu Baca Literasi Anak Pintar yang digulirkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Tegal tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.

Program unggulan tersebut harus benar-benar dimaksimalkan, dimonitoring, dan dievaluasi secara berkala. 

Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal Bagus Sakti Maulana menerangkan, Program Saba Latar merupakan program unggulan Dikbud yang diterapkan di 681 SD dan 117 SMP. 

Program tersebut diluncurkan oleh Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman sebagai bagian dari gerakan Tegal Berinovasi. 

Setiap hari Sabtu, siswa diwajibkan mengikuti kegiatan literasi untuk membangun budaya membaca sejak dini.

Namun menurut Bagus, kewajiban tanpa penguatan sistem hanya akan menjadikan program Saba Latar rutinitas tanpa makna.

"Harapannya program Saba Latar tidak hanya seremonial belaka. Harus ada monitoring, evaluasi, dan gebrakan nyata agar benar-benar maksimal serta memberikan dampak positif," tegas Bagus, pada Tribunjateng.com, Kamis (5/3/2026). 

Politisi muda dari partai Golkar ini juga menyoroti kondisi perpustakaan sekolah yang dinilai belum optimal. 

Minimnya koleksi buku serta sarana yang kurang representatif diduga menjadi penyebab rendahnya minat kunjungan siswa.

Maka dari itu, Bagus mendorong adanya pembenahan infrastruktur perpustakaan sekolah secara serius. 

Sinergi antara Dikbud dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tegal juga dinilai penting agar akses literasi semakin luas.

"Inovasi bisa dilakukan, seperti sekolah bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Perpustakaan daerah bisa dimanfaatkan menjadi ruang belajar alternatif yang menyenangkan bagi pelajar sehingga minat baca juga meningkat," ungkap Bagus. 

Selain menyinggung soal fasilitas, Bagus juga mengusulkan pendekatan kreatif agar Saba Latar lebih hidup. 

Salah satunya dengan menghadirkan figur inspiratif atau talent untuk memotivasi siswa.

"Terkait talent atau figur bisa menghadirkan alumni-alumni yang sukses untuk berbagi cerita dan memberi semangat. Menurut saya anak-anak butuh sosok yang bisa memberikan inspirasi nyata sehingga mereka termotivasi," jelas Bagus. 

Menurut Bagus keberhasilan program Saba Latar sangat bergantung pada kolaborasi banyak pihak.

"Untuk mencapai keberhasilan butuh kerja sama dan sinergi banyak pihak. Terutama untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif, kreatif, dan berbasis karakter. Mari bersama-sama sukseskan program Saba Latar," imbuh Bagus. (dta) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved