DPRD Kabupaten Tegal
Bukan Persoalan Sepele, DPRD Kabupaten Tegal Minta Segera Ada Penanganan Bendung Cipero yang Jebol
DPRD Kabupaten Tegal menyayangkan lambannya respon pemerintah menangani Bendung Cipero yang jebol sejak 15 Maret 2026
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - DPRD Kabupaten Tegal menyayangkan lambannya respon pemerintah menangani Bendung Cipero yang jebol sejak 15 Maret 2026 hingga kini belum diperbaiki.
Sebulan lebih belum ada penanganan lebih lanjut padahal ribuan hektare lahan pertanian di wilayah pantura Kabupaten Tegal kini berada di ujung tanduk.
Bendung Cipero berada di Desa Kedungjati, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal menjadi urat nadi pengairan bagi petani di wilayah Kecamatan Warureja dan Suradadi.
Kondisi tersebut mendapat sorotan tajam dari Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tegal, Muhammad Zaenudin.
Ia tegas menyebut persoalan ini tidak bisa dianggap masalah sepele.
"Persoalan ini bukan kerusakan kecil. Kalau tidak segera diperbaiki dampaknya luar biasa. Ada 7.643 hektare lahan pertanian yang terancam gagal panen khususnya di wilayah Kecamatan Warureja dan Suradadi," ungkap Zaenudin, pada Tribunjateng.com, Selasa (14/4/2026).
Dikatakan Zaenudin, selama ini petani sangat bergantung pada aliran air dari Bendung Cipero terutama saat musim kemarau.
Kerusakan yang tak kunjung ditangani membuat para petani mulai panik, terlebih dalam waktu dekat akan memasuki musim tanam pertama (MT 1) dan musim tanam kedua (MT 2).
"Bagaimana petani tidak resah, mereka hidup dari sawah kalau air tidak ada ya habis. Penanganan Bendung Cipero bukan hanya soal pertanian tapi juga soal ekonomi masyarakat yang digantungkan di sana," tegas Zaenudin.
Bahkan Zaenudin menyebut, jika pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat tidak segera turun tangan maka dampaknya bisa meluas.
Lumbung padi di Kabupaten Tegal terancam menyusut yang pada akhirnya akan mengganggu perputaran ekonomi daerah.
"Perlu penanganan segera karena jika dibiarkan bisa menjadi efek domino. Produksi padi turun dan ekonomi juga pastinya ikut terdampak," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Daerah Irigasi Rambut, Masroni menerangkan, saat ini terdapat sekitar 1.000 hektare tanaman padi yang akan segera memasuki masa panen.
Namun kondisi irigasi yang tidak optimal akibat jebolnya Bendung Cipero membuat hasil panen terancam gagal.
Menurut Masroni pada Selasa (14/4/2026), tim dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) telah meninjau lokasi Bendung Cipero.
| Warga Pagerbarang Minta Tambah Puskesmas, Ini Respon Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal |
|
|---|
| DPRD Merespon Keluhan Jalan Rusak Tegalandong-Durensawit Tegal: Dianggarkan Rp1,29 Miliar |
|
|---|
| Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal Minta Pemkab Perkuat Pendidikan Karakter dan Budaya Lokal |
|
|---|
| Komisi III DPRD Kab Tegal Soroti Nasib Jembatan Kali Pedes, Minta Jadi Perhatian Pemerintah Daerah |
|
|---|
| Hari Jadi ke-425, Ketua DPRD Kabupaten Tegal: Momentum Mempererat Rasa Persaudaraan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260417_tegal.jpg)