Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Wagub Jateng Targetkan 50 Persen Penyandang Difabel Bisa Nikmati Program Kecamatan Berdaya pada 2026

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin menargetkan 50 persen penyandang difabel bisa memanfaatkan program kecamatan berdaya.

Tayang:
Penulis: Laili Shofiyah | Editor: M Zainal Arifin
Istimewa
KECAMATAN BERDAYA: Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin saat acara peresmian Program CSR Disabilitas Pertamina dan Kecamatan Berdaya di Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali pada Selasa, 23 September 2025. Taj Yasin menargetkan bahwa 50 persen penyandang difabel di wilayahnya bisa memanfaatkan program kecamatan berdaya. (Dok Pemprov Jateng) 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin menargetkan  bahwa 50 persen penyandang difabel di wilayahnya bisa memanfaatkan program kecamatan berdaya. 

Ia manyatakan, program Kecamatan Berdaya akan terus diperluas di Jawa Tengah. Hingga kini sudah 94 kecamatan yang telah berjalan.  

“Target kami, pada semester I 2026 minimal 50 persen difabel sudah harus merasakan dampak program ini."

"Mari kita kembangkan ke daerah lain agar semakin banyak perempuan, anak, dan sahabat difabel yang merasakan manfaat."

"Difabel bukan lagi masalah, mereka justru solusi,” kata Taj Yasin saat acara peresmian Program CSR Disabilitas Pertamina dan Kecamatan Berdaya di Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali pada Selasa, 23 September 2025.

Ia mengapresiasi peran penyandang disabilitas yang mampu menguasai bidang pekerjaan, mulai dari membatik hingga bertani. 

“Teman-teman difabel sudah membuktikan bahwa mereka berdaya, mampu mandiri, dan memberikan kontribusi nyata,” kata dia.

Ia juga menyinggung pengalamannya bersama sahabat tunanetra.

“Saya sering kalah main catur dengan mereka."

"Artinya, mereka punya potensi besar, tinggal kita yang mendampingi,” tambahnya.

Baca juga: Pemprov Jateng Turut Peringati Haornas 2025, Wagub Taj Yasin Tekankan Sportivitas dan Kebersamaan

Salah seorang pendayang difabel, Darmawan Fadli Abdul Syukur (21) menyatakan, bergabung dengan dengan kelompok difabel Pandawa Patra sejak 2018.

Berkat dukungan komunitas itu, ia konsisten belajar membatik. 

“Kadang bisa bikin dua atau tiga batik dalam sebulan, tergantung motif,” katanya.

Pendamping komunitas difabel Pandawa Patra, Haryono menyebut, Pandawa Patra kini punya 28 anggota aktif ditambah 4 keluarga rentan.

“Kalau dulu hanya kumpul-kumpul, sekarang benar-benar berlatih."

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved