Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Cilacap

Kisah Jumawan Relawan Nagaraja Cilacap Jaga Laut Selatan: Selamatkan 7.000 Telur Penyu

Melalui program Konservasi Mengajar, Nagaraja Cilacap sambangi sekolah-sekolah pesisir selatan untuk mengenalkan pentingnya menjaga habitat penyu.

Tayang:
TRIBUN JATENG/RAYKA DIAH SETIANINGRUM
KONSERVASI PENYU - Koordinator Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja Cilacap Jumawan memeriksa kondisi penyu yang dirawat di kolam penangkaran di tempat konservasi, sebelum dilepasliarkan ke laut, Minggu (5/10/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP – Di balik debur ombak Samudera Hindia, ada kisah panjang perjuangan warga Cilacap menjaga keberlangsungan penyu di pesisir selatan.

Awalnya, upaya konservasi dilakukan dengan penuh keterbatasan.

"Pada 2019 hingga 2023 kami patroli jalan kaki sejauh 12 kilometer, bolak-balik setiap malam," kenang Jumawan, Koordinator Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja Cilacap, Minggu (5/10/2025).

Baca juga: Rumah Rusak Parah di Cilacap Utara Disulap Jadi Layak Huni, Sekda: Bukan Hanya Formalitas

Medan berat dan minim dukungan membuat timnya hanya bisa menjangkau sebagian kecil dari garis pantai sepanjang 25 kilometer.

Namun semangat mereka tak pernah padam.

Mereka mulai mensosialisasikan pentingnya pelestarian penyu kepada para nelayan di sekitar pantai.

"Kami tidak membeli telur penyu, tapi mengganti dengan ucapan terima kasih,"  kata Jumawan.

Langkah sederhana itu menjadi kunci perubahan besar.

Perlahan, para nelayan mulai sadar pentingnya menyerahkan telur penyu kepada pihak konservasi.

Setiap tahun, kelompok ini juga menggelar Puncak Konservasi Penyu sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang ikut melestarikan satwa langka tersebut.

"Penemu telur biasanya kami undang," katanya.

"Kami sampaikan terima kasih karena mereka sudah berperan menyelamatkan penyu," imbuh Jumawan.

Kini, berkat bantuan motor trail dari pemerintah sejak akhir 2023, jangkauan patroli kelompoknya semakin luas hingga Pantai Jetis, Nusawungu.

"Kalau dulu hanya sebagian, di sekitar Pantai Sodong, Adipala, sekarang bisa pantau seluruh bentangan pantai hingga 25 kilometer," tuturnya.

Selain patroli, edukasi menjadi senjata utama mereka.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved