Tribunjateng Hari ini
Bencana Tanah Gerak Sampang Kebumen Putus Akses Utama Jalan dan Jembatan Warga
Akses jalan dan jembatan penghubung utama di Dukuh Semampir, Desa Sampang, Kecamatan Sempor, Kebumen, rusak parah terdampak bencana tanah gerak.
Penulis: Yayan | Editor: M Syofri Kurniawan
- Pergerakan tanah di Dukuh Semampir, Desa Sampang, Kebumen merusak rumah, jalan utama, dan jembatan, memaksa warga mengungsi dan membuat akses desa terputus.
- Sejumlah rumah mengalami kerusakan serius, termasuk teras yang ambles, serta lahan pertanian warga retak dan bergeser—mengakibatkan petani tidak bisa memulai musim tanam.
- Pemerintah desa dan BPBD meminta warga waspada, sambil menunggu kajian PVMBG; warga berharap relokasi, pemindahan jalur listrik, dan bantuan pemerintah.
TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Bencana tanah gerak melanda Desa Sampang, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, tepatnya di perbukitan Dukuh Semampir. Sejumlah rumah warga, jalan desa, hingga jembatan akses penghubung utama, rusak parah.
Tentu saja, kondisi ini menghambat kegiatan masyarakat, bahkan memaksa sebagian warga terpaksa mengungsi.
Seorang warga setempat, Wasiman (52), mengaku kini rumahnya tak lagi memiliki teras. Teras rumahnya ambles setinggi orang dewasa karena adanya pergerakan tanah. Akses masuk dan keluar rumah kini dialihkan, tak lagi lewat pintu depan rumah.
Baca juga: Bencana Tanah Bergerak di Kebumen, Teras Rumah Wasiman Ambles Setinggi Orang Dewasa
Baca juga: Ancaman Tanah Gerak di Maribaya Meluas, Pemdes Usulkan Relokasi Lewat APBD Jateng
Menurut Wasiman, tanah depan rumahnya semula rata. Kemudian, muncul retakan di teras rumahnya, hingga dalam dua pekan terakhir, retakan itu membuat tanah di depan rumahnya ambles. Menurutnya, sampai saat ini pergerakan tanah masih terjadi.
"Amblesnya sudah (setinggi) satu orang dewasa. Akhirnya teras dibongkar, agar tak merusak bangunan utama," katanya.
Wasiman bersama istri masih bertahan di rumah karena kondisi bangunan utama dirasa masih aman dan tidak ada retakan. Dia dan istri juga mengungsi ke rumah tetangga yang lebih aman saat hujan turun.
Wasiman bersedia direlokasi asalkan ada bantuan dari pemerintah yang menyediakan lahan. "Di sini sudah tidak nyaman ditempati," ungkapnya.
Di tempat lain, beberapa orang warga setempat tampak berjalan melintasi jalan beton sepanjang 350 meter yang patah karena pergerakan tanah. Jalan yang biasanya bisa dilewati motor itu pun kini hanya bisa dilewati dengan jalan kaki.
"Jembatan utama juga putus. Kami membuat jembatan darurat untuk memudahkan akses warga, meski hanya bisa dilalui untuk pejalan kaki," katanya.
Kades Sampang Sarikun mengatakan, pergerakan tanah terjadi tepatnya di RW 04 Dukuh Semampir. Lahan persawahan dan akses warga rusak, bahkan mengalami pergeseran.
Menurutnya, pergerakan tanah masih terjadi hingga saat ini, seiring tingginya curah hujan yang terjadi beberapa hari terakhir.
Dia menuturkan, ada lima teras rumah warga yang terpaksa dibongkar karena kerusakan yang terjadi setelah pergerakan tanah dikhawatirkan memicu kerusakan bangunan utama.
Saat ini, ada satu keluarga yang juga terpaksa mengungsi karena kerusakan pada rumah mereka. "Warga kemarin bergotong-royong membongkar teras rumah," ujarnya.
Menurutnya, pergerakan tanah turut berdampak terhadap sektor pertanian. Puluhan hektare perkebunan warga juga retak, bahkan longsor.
"Petani kami tidak bisa menanam padi, paling bisa untuk pertumbuhan ekonomi ya palawija, jagung yang tidak membutuhkan banyak air," jelas Kades Sampang.
| Momen Hari Jadi Boyolali Akan Ada Bagi-bagi Soto Gratis, Simak Waktu Pelaksanaannya |
|
|---|
| Penipuan Berkedok Haji Plus Sasar Lansia, Sri Wijiningsih Akhirnya Gagal Beri Kejutan |
|
|---|
| Periksa Dugaan Investasi Bodong Eks Pegawai Mandiri Taspen, OJK Janjikan Simpanan Lebih Aman |
|
|---|
| Satpol PP Ciduk Pelaku yang Berburu Pasangan Hubungan Seks Sesama Jenis di Taman Sriwedari Solo |
|
|---|
| Orang Tua Calon Siswa Minta Aturan Usia dan Zonasi Dievaluasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/TRIBUN-JATENG-EDISI-27-NOVEMBER-2025.jpg)