Wansus Tribun Jateng
Nasrudin: Waspada, Liquid Vape Jadi Modus Baru Peredaran Narkoba
Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tegal tengah mewaspadai modus operandi baru peredaran narkotika melalui
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: muh radlis
Penjualan dilakukan melalui media sosial atau pesan pribadi, sehingga sulit terdeteksi. Ada juga yang menggunakan kemasan serupa produk legal agar tidak mencolok. Namun modus-modus ini masih dalam pengawasan dan belum ditemukan di Kota Tegal.
Pelaku umumnya menjual liquid melalui platform digital, seperti media sosial, marketplace, atau komunitas vape dengan label bahan kimia atau perasa tertentu. Sedangkan transaksinya menggunakan sistem pre-order, pengiriman kurir, atau titik temu yang sulit dilacak.
Apakah ada modus liquid dengan kandungan narkotika ini diberikan kepada orang yang tidak tahu agar ketagihan?
Secara umum, modus seperti ini memungkinkan, namun belum ditemukan kasusnya di wilayah kami. Karena itu, BNN selalu mengimbau masyarakat untuk berhati-hati menggunakan produk yang tidak jelas asal-usulnya, dan jangan menerima vape atau cairan dari orang yang tidak dikenal.
Modus tersebut bisa jadi juga iya, ada kasus dicampur zat adiktif tanpa disampaikan pengguna terlebih dahulu. Hal ini berbahaya karena pengguna tidak sadar, dia sedang mengonsumsi narkotika yang berakibat ketergantungan tanpa memahami sumbernya.
Selain liquid, modus baru apa lagi yang disalahgunakan untuk pencemaran narkoba?
Tren penyalahgunaan kini mengarah pada produk berbasis edible, seperti permen, cookies, obat sintetis, dan tembakau herbal yang dicampur zat aktif. Semua dibuat menyerupai produk sehari-hari agar sulit dideteksi.
Kemudian peralatan elektronik atau barang digunakan sebagai media penyimpanan. Sedangkan, penjualan melalui online shop dengan kedok produk herbal atau kimia tertentu.
BNN terus melakukan pemantauan terhadap pola baru yang muncul. Prinsip kami, membuka diri ketika ada informasi dari masyarakat, lalu kami tindaklanjuti di lapangan.
Apa upaya BNN Kota Tegal dalam mencegah peredaran narkoba, khususnya kalangan anak muda?
Kami melakukan berbagai langkah pencegahan, seperti sosialisasi ke sekolah, kampus, dan komunitas pemuda. Kemudian melalui program Desa Bersinar (Bersih Narkoba) dan razia rutin di tempat hiburan dan titik rawan
Termasuk bekerjasama dengan aparat, sekolah, dan orang tua untuk membangun lingkungan yang waspada narkoba. Kampanye di media sosial agar informasi pencegahan lebih mudah diakses anak muda.
Tahun 2025 ini ada berapa kasus yang berhasil ditangani BNN Kota Tegal?
Tahun ini, terhitung sejak Januari- November 2025, BNN Kota Tegal telah mengamankan sebanyak 6 pelaku kasus narkotika. Kasus tersebut murni yang diungkap oleh institusi BNN, termasuk yang gabungan dengan BNN Nasional dan BNN Provinsi.
Kasus pertama pada Januari 2025, tiga tersangka berinisial BA, MS, dan BNA ditangkap di sebuah hotel Kota Tegal. Barang bukti yang diamankan sabu sebanyak 21,47 gram dan pil ekstasi sebanyak 62 butir.
| Laila Saidah Witiarso Utomo: Jadilah Perempuan Positif, Inovatif dan Berdaya |
|
|---|
| WAWANCARA KHUSUS Tiyo Ketua BEM UGM: Republik Ini Sakit |
|
|---|
| Paket Lengkap KIK Kendal untuk Mudahkan Perijinan Investor |
|
|---|
| Pilkada Lewat DPRD? Kemunduran Demokrasi Atau Solusi: Ini Tinjauan Hukumnya |
|
|---|
| Kuota Haji Jawa Tengah Naik Jadi 34.122 Jamaah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251127Nasrudin.jpg)