Wansus Tribun Jateng
WAWANCARA KHUSUS Tiyo Ketua BEM UGM: Republik Ini Sakit
Baru-baru ini jagat maya dihebohkan oleh anak muda yang bersuara lantang dalam mengkritik pemerintah.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Baru-baru ini jagat maya dihebohkan oleh anak muda yang bersuara lantang dalam mengkritik pemerintah.
Anak muda tersebut bernama Tiyo Ardianto.
Ketua BEM Universitas Gadjah Mada. Seolah tak ada rasa takut pada dirinya.
Program unggulan nan gigantis dari Presiden Prabowo Subianto berupa Makan Bergizi Gratis atau MBG menurutnya merupakan Maling Berkedok Gizi.
Bahkan dia tidak segan-segan mengatakan Prabowo bodoh dengan segenap argumentasi yang dia bangun.
Dalam kesempatan ini, Pemimpin Redaksi Tribun Jateng Ibnu Taufik Juwariyanto berkesempatan mewawancarai Tiyo di Omah Dongeng Marwah di Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus pada Kamis (26/2/2026).
Berikut petikan wawancara lengkapnya:
Apa kabar Republik Ini?
Republik ini lebih sakit daripada rakyatnya, rakyatnya sehat kuat kita puasa dengan riang gembira tangguh menghadapi pemerintah yang bobrok.
Di tengah rakyat yang sehat kita punya republic yang sakit, yang sakit itu sudah di level komplikasi.
Bicara soal sakit saya selalu katakan, negeri ini sakit dan orang-orang yang memberikan kritik itu adalah seorang dokter yang memberikan obat.
Aktivis akademisi yang bersikap atas beberapa proyek nasional, MBG, Kopdes mereka semua adalah yang ingin memberikan obat bagi republik ini, sayangnya orang yang memberi obat ini justru dimarah-marahin bahkan ada yang dipenjara. Jadi republic ini bukan hanya sakit, tapi sudah gila.
Yang sakit tidak hanya tubuhnya saja tapi bahwa mentalitasnya ketika menghadapi obat jauh lebih dahsyat sakitnya ketimbang yang ada di tubuhnya.
Baca juga: Daftar Lengkap Hotline KBRI dan KJRI untuk WNI di Tengah Konflik Timur Tengah
| Laila Saidah Witiarso Utomo: Jadilah Perempuan Positif, Inovatif dan Berdaya |
|
|---|
| Paket Lengkap KIK Kendal untuk Mudahkan Perijinan Investor |
|
|---|
| Pilkada Lewat DPRD? Kemunduran Demokrasi Atau Solusi: Ini Tinjauan Hukumnya |
|
|---|
| Kuota Haji Jawa Tengah Naik Jadi 34.122 Jamaah |
|
|---|
| BNN Kota Tegal: Waspada, Liquid Vape Jadi Modus Baru Peredaran Narkoba |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260302_Tiyo-Ardianto.jpg)