Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

HARI AIDS SEDUNIA

Komunitas Rumah Matahari Pati Gelar Aksi Damai Hapus Stigma HIV/AIDS

Komunitas Rumah Matahari Kabupaten Pati menggelar Aksi Damai dengan mengusung tema "Kolaborasi Komunitas: Peduli, Dukung, Hapus Stigma HIV"

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Mazka Hauzan Naufal
HAPUS STIGMA - Komunitas Rumah Matahari Kabupaten Pati menggelar Aksi Damai dengan mengusung tema "Kolaborasi Komunitas: Peduli, Dukung, Hapus Stigma HIV", Senin (1/12/2025). Aksi ini mereka gelar di depan GOR Pesantenan Pati demi mengajak masyarakat menghapus stigma negatif tentang HIV/AIDS 

TRIBUNJATENG.COM, PATI – Komunitas Rumah Matahari Kabupaten Pati menggelar Aksi Damai dengan mengusung tema "Kolaborasi Komunitas: Peduli, Dukung, Hapus Stigma HIV", Senin (1/12/2025).

Aksi ini digelar dalam rangka Memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember 2025.

Mereka membagikan bunga dan selebaran edukatif kepada warga yang melintas di Jalan Tunggul Wulung, depan GOR Pesantenan Pati. Mereka juga membawa poster-poster berisi tulisan yang mengajak masyarakat untuk lebih peduli pada isu AIDS.

Baca juga: 134 Kasus Baru HIV/AIDS Ditemukan di Kebumen, Mayoritas Menyerang Usia Produktif

Baca juga: Kasus HIV/AIDS di Blora Turun, Wabup Sri Setyorini Tekankan Layanan Tidak Boleh Kendor

Tujuannya untuk menekankan bahwa HIV adalah isu kesehatan semata, bukan aib yang mesti disembunyikan.

Berdiri pada 14 Maret 2011, Rumah Matahari menjadi garda terdepan dalam pendampingan Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Pati

Hingga saat ini, komunitas tersebut mendampingi 955 ODHA dewasa dan 30 Anak dengan HIV/AIDS (ADHA), di mana 891 di antaranya telah rutin menjalani pengobatan Antiretroviral (ART).

Prasetyo, kordinator aksi, mengatakan bahwa berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, pada 1996 hingga September 2025, total kasus HIV/AIDS di Pati mencapai 3.217 kasus dengan angka kematian sebanyak 550 jiwa.

Adapun kasus HIV/AIDS di Pati mayoritas menyerang kelompok usia produktif (20-40 tahun), dengan ibu rumah tangga sebagai penyumbang terbesar. Temuan terbaru menunjukkan peningkatan kasus pada ibu hamil dan anak-anak.

"Selama setahun terakhir, trennya meningkat drastis, terutama pada ibu rumah tangga yang tidak menyadari risiko penularan. Mereka tiba-tiba terjangkit tanpa gejala awal. Anak-anak juga terpapar dari orang tua akibat kurangnya edukasi," ungkap dia.

Dia mengatakan, peningkatan temuan kasus belakangan ini, terutama melalui layanan Mobile VCT di area komunitas, tempat kerja, hingga lembaga pemasyarakatan, tidak semestinya dipandang negatif.


"Semakin banyak kasus ditemukan, maka peluang memutus mata rantai penularan jadi jauh lebih tinggi. Temuan dini membuat ODHA bisa segera memulai pengobatan, mencegah penularan, dan meningkatkan kualitas hidup," jelas Prasetyo.


Menurut dia, bukti nyata bahwa HIV dapat dikendalikan adalah keberhasilan program Pencegahan Penularan dari Ibu ke Anak (PPIC).


Selama kurun waktu 2015 hingga 2023, Rumah Matahari mendampingi 38 ibu hamil dengan status HIV positif. 


Hasilnya, seluruh bayi yang dilahirkan dari ibu-ibu tersebut dinyatakan nonreaktif atau negatif HIV setelah melalui serangkaian tes. 


Hal ini, lanjut Prasetyo, membuktikan bahwa dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, penularan virus dapat dicegah sepenuhnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved