Minggu, 10 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Polisi Selidiki Dugaan Kasus Pengadaan Uang Terkait Kematian Pengacara Aris Mudandi: Ada Saksi Dukun

Polisi Selidiki Dugaan Kasus Pengadaan Uang Terkait Kematian Pengacara Aris Mudandi: Ada Saksi Dukun.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: M Zainal Arifin
TRIBUN JATENG/iwan Arifianto
KASUS PEMBUNUHAN - Sayudi alias Yudi (baju biru kanan) dan adiknya Ignatius Juwanto alias Wanto, kakak beradik yang menjadi tersangka kasus pembunuhan pengacara asal Purwokerto saat konferensi pers ungkap kasus di Mapolda Jateng, Kota Semarang, Senin (15/12/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pusaran kasus kematian pengacara Purwokerto, Aris Mudandi, tidak bisa dilepaskan dari empat orang meliputi Sayudi alias Yudi (43) dan adiknya Ignatius Juwanto alias Wanto (34) serta dua saksi lainnya pasangan suami-istri Aok dan S.

Aok merupakan pria yang dikenal sebagai paranormal atau dukun.

Keempat orang ini sempat ditangkap polisi buntut hilangnya pengacara tersebut.

Namun, belakangan yang ditetapkan sebagai tersangka hanya Yudi dan Wanto.

Kendati begitu, polisi menyebut masih mendalami kasus lainnya yakni dugaan penggandaan uang.

"Kami sedang mendalami rekan-rekan terkait dengan pegandaan uang terus terkait dengan paranormal ini sedang kita dalami ya," ucap Kapolresta Cilacap Kombes Pol Budi Adhy Buwono kepada Tribun saat konferensi pers ungkap kasus di Mapolda Jateng, Kota Semarang, Senin (15/12/2025) siang.

Baca juga: Sikap Dingin Eksekutor Pembunuh Pengacara Purwokerto di Polda Jateng, Kepala Tegak dan Pilih Bungkam

Menurut Budi, saksi Aok dan S ini sebenarnya sudah dihubungi oleh tersangka Yudi melalui sambungan telepon untuk membantunya untuk menguburkan korban Aris Mudandi.

Korban dibunuh tersangka Yudi di Panembahan Tunggul Wulung, Jeruk Legi, Cilacap, Sabtu, 22 November 2025 sore.

Namun, kedua orang ini menolak untuk membantunya.

Yudi akhirnya menelpon adiknya Wanto agar membantu menguburkan korban.

"Jadi pada saat tersangka Yudi mau menguburkan korban dia menelpon (Aok) diajak tapi tidak mau."

"Aok ini merupakan paranormal," ungkapnya.

Motif Tersangka

Kapolresta Cilacap Kombes Pol Budi Adhy Buwono mengatakan, motif Yudi melakukan pembunuhan berencana tersebut dengan motif ekonomi.

Tersangka ingin menguasai mobil korban berupa Calya hitam pelat R1927RF.

"Tidak ada motif lain, hanya untuk menguasai mobil korban karena tersangka Yudi memiliki utang sampai ratusan juta," paparnya kepada Tribun.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved