Berita Jateng
Polisi Selidiki Dugaan Kasus Pengadaan Uang Terkait Kematian Pengacara Aris Mudandi: Ada Saksi Dukun
Polisi Selidiki Dugaan Kasus Pengadaan Uang Terkait Kematian Pengacara Aris Mudandi: Ada Saksi Dukun.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: M Zainal Arifin
Budi menyebut, Yudi memiliki utang dari sejumlah orang.
Ia ditagih secara terus menerus oleh orang-orang tersebut.
Baca juga: Sosok Dua Tersangka Pembunuh Pengacara Purwokerto Aris Munadi, Kakak Beradik
Bahkan, pengakuan dari Yudi, ia merasa terintimidasi akibat ditagih sehingga muncul niat jahat tersebut.
"Tersangka berpikir bagaimana caranya biar dapat uang cepat makanya muncul niat membunuh korban untuk menguasai mobilnya," katanya.
Sebelum melakukan pembunuhan, Yudi melakukan survei lokasi ke sejumlah titik yang cocok untuk mengeksekusi korban yang baru dikenalnya selama satu bulan.
Mereka saling kenal karena kegiatan religi yaitu korban dan tersangka memiliki hobi pergi berziarah ke sejumlah makam-makam dan tempat sakral di Jawa Tengah.
Tak heran, tempat eksekusi yang dipilih tersangka Yudi ialah Panembahan Tunggul Wulung, Jeruk Legi, sebuah area makam yang sering digunakan untuk berziarah.
Tempat tersebut dipilih oleh Yudi karena lokasinya sangat sepi mulai siang hingga sore hari.
Selepas memilih tempat itu, Yudi menghubungi korban untuk mengajaknya ziarah ke tempat itu.
Korban yang tidak merasa curiga lantas berpamitan ke istrinya untuk pergi ke tempat tersebut dari rumahnya di Banyumas pada Jumat, 21 November 2025 malam.
Korban berpamitan melalui pesan singkat karena istri korban ketika itu sedang tidak berada di rumah.
Korban dan tersangka lantas bertemu pada keesokan harinya, Sabtu, 22 November 2025.
Mereka lantas menuju ke Panembahan Tunggul Wulung.
Setiba di lokasi, Yudi mengajak korban masuk ke area pendopo tempat itu.
Tersangka lalu berpura-pura pergi sebentar untuk buang air kecil.
Aris Mudandi
Aris Munadi
penggandaan uang
pembunuhan
pengacara asal Purwokerto
Tribunjateng.com
M Zainal Arifin
| Berkat Usulan Ahmad Luthfi, Pembiayaan Rumah Subsidi di Jateng Capai 50 Ribu Unit |
|
|---|
| 30 Ribu Rumah di Jateng Akan Diperbaiki Melalui Program BSPS |
|
|---|
| Gubernur Ahmad Luthfi Jamin Tidak Ada Premanisme Ganggu Iklim Investasi di Jateng |
|
|---|
| Kenang Makan Telur Dibagi 5 Bareng Saudara, Gubernur Luthfi Janji Atasi Kemiskinan Ekstrem di Jateng |
|
|---|
| Gubernur Jateng Sanggupi Permintaan Prabowo Atasi Selesaikan Persoalan Sampah Tahun 2028 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251215_pembunuhan-pengacara.jpg)