Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Ungaran

Solar Sulit Dicari, Truk Logistik Mengular hingga ke Badan Jalan di Jalur Semarang–Solo

Kepadatan lalu lintas di jalur utama Semarang–Solo belakangan kian terasa karena banyak yang mengantre solar.

TRIBUN JATENG/Reza Gustav Pradana
ANTREAN TRUK - Antrean truk mengular di sebuah SPBU di Ungaran Barat, jalur Semarang–Solo, Kabupaten Semarang, Kamis (18/12/2025). Kepadatan terjadi akibat meningkatnya permintaan BBM solar jelang pemberlakuan larangan melintas truk saat libur Natal dan Tahun Baru. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kepadatan lalu lintas di jalur utama Semarang–Solo belakangan kian terasa. 

Tak hanya pada siang hari, ruas jalan di kawasan Kota Semarang hingga Kabupaten Semarang juga padat hingga malam. 

Deretan truk besar tampak berlalu-lalang di jalanan, seolah tak pernah putus.

Baca juga: Antrean Panjang Solar Subsidi di SPBU Pantura, Pertamina Sebut Ada Peningkatan Permintaan

Kondisi tersebut tak hanya terjadi di jalan raya.

Antrean panjang truk pengangkut barang juga terlihat mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), khususnya untuk BBM jenis solar. 

Pada Selasa (16/12/2025) malam, antrean truk di SPBU Harjosari, Bawen, bahkan sempat memanjang hingga ke badan jalan. 

Situasi serupa kembali terlihat di dua SPBU di Jalan Diponegoro, Ungaran, Kamis (18/12/2025) sore.

Di sebuah SPBU di Ungaran itu, Yanto (54), pengemudi truk tronton asal Ungaran, turun dari kabinnya dengan raut lelah. 

Dia baru saja menunggu giliran mengisi solar setelah mencari BBM sejak dari Kota Semarang.

“Solar seperti hilang,” kata Yanto kepada Tribunjateng.com.

Hari itu saja, dia mengaku telah mendatangi empat SPBU, mulai dari Kaligawe, kawasan dekat LIK, Sukun, hingga sekitar Taman Unyil.

“Kesulitan begini sudah lama, sekarang susah cari solar. 

Barang jadi ketunda,” ujarnya.

Yanto yang mengangkut produk minuman dari Pati menuju Karangjati, Kabupaten Semarang, akhirnya hanya bisa mengisi solar maksimal Rp200 ribu karena adanya pembatasan pembelian.

Keluhan serupa juga disampaikan Rismanto (50), warga Beji, Ungaran Timur, pengemudi mobil Taft bermesin diesel. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved