Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

GEGER Kasus Inses di Boyolali, Kakak Rudapaksa 2 Adik Kandung Hingga Hamil

Kondisi dua bocah di Kecamatan Selo, Boyolali yang menjadi korban rudapaksa oleh kakak kandungnya, mulai menunjukkan perkembangan positif. 

Tayang:
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
tribun solo/TRI WIDODO
KASUS INSES - Ilustrasi Kantor Satreskrim Polres Boyolali. Saat ini polisi masih mendalami dan memeriksa kasus inses atau persetubuhan sedarah yang dilakukan oleh kakak terhadap dua adik kandungnya. 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI – Warga Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali digegerkan dengan kasus inses. Seorang remaja telah menyetubuhi dua adik kandungnya sendiri.

Berdasarkan informasi warga setempat, satu dari korban tersebut bahkan saat ini dalam kondisi hamil.

Aksi bejat kakak terhadap dua adik kandungnya sendiri bahkan sudah dilakukan sekira lima bulan yang lalu.

Kini, kasus tersebut masih ditangani pihak Polres Boyolali.

Adapun korbannya mendapatkan pendampingan dari Pemkab Boyolali.

Baca juga: Bapak dan Anak Dimakamkan Satu Liang di Boyolali, Korban Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang

Backhoe Diangkut Truk Towing Terguling Masuk Sungai di Tanjakan Banyubiru Semarang

Kondisi dua anak bawah umur di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali yang menjadi korban rudapaksa oleh kakak kandungnya, mulai menunjukkan perkembangan positif. 

Meski masih menjalani pendampingan intensif, salah satu korban bahkan menyatakan keinginan untuk tetap melanjutkan sekolah.

Kepala DP2KBP3A Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina mengungkapkan, kondisi psikologis Y (13), adik kedua pelaku, kini relatif stabil.

Y disebut masih memiliki semangat untuk meneruskan pendidikannya meski mengalami peristiwa traumatis tersebut.

Sementara itu, adik pertama pelaku X (15) juga mulai bisa menerima kondisinya, meski saat ini diketahui sedang hamil akibat peristiwa tersebut.

“Tetapi yang pertama memang dengan kondisi seperti itu (hamil), sudah bisa menerima,” kata Ratri seperti dilansir dari TribunSolo.com, Selasa (23/12/2025).

Meski demikian, Ratri menegaskan bahwa pendampingan psikologis masih terus dilakukan untuk membantu pemulihan trauma kedua korban.

“Tetap ada (rasa trauma) tapi seberapa besar pengaruhnya itu yang masih kami dampingi,” ujarnya.

Penanganan kasus ini dilakukan secara terintegrasi dengan beberapa dinas terkait.

DP2KBP3A juga terus berkomunikasi dengan pihak keluarga untuk menentukan langkah terbaik demi masa depan kedua remaja tersebut.

Baca juga: PSIS Semarang Menang Tipis, Skor 1-0 Lawan Persikaba Blora di Boyolali

Awaluddin Muuri Sebut eks Pangdam IV/Diponegoro di Persidangan, Bertemu Bahas Lahan Carui Cilacap

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved