Tribunjateng Hari ini
Ari Incar Promo di Pasar Modern untuk Peroleh Harga Lebih Murah
Potret di lapangan menggambarkan bahwa konsumen di pasar modern semakin meningkat seiring bertambahnya waktu.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pasar modern atau swalayan kini semakin menjadi incaran konsumen.
Tempat yang nyaman dan bersih menjadi daya tawar bagi masyarakat untuk memilih belanja di pasar modern dibandingkan pasar tradisional.
Potret di lapangan menggambarkan bahwa konsumen di pasar modern semakin meningkat seiring bertambahnya waktu.
Data di sejumlah pasar modern mempertegas bahwa konsumennya terus tumbuh efek dari berbagai program yang dijalankan.
Selain memiliki daya tawar lokasi belanja yang nyaman, pasar modern juga menggencarkan sistem tarik konsumen dengan berbagai promo produk.
Biasanya dimulai dengan promo mingguan, bulanan, tahunan, hingga promo di waktu khusus.
Sejumlah warga Kudus mengakui bahwa beberapa produk yang dijual di pasar atau toko modern lebih murah dibandingkan harga di pasar tradisional.
Utamanya pada produk buah-buahan, produk perlengkapan rumah tangga, hingga telur ayam yang sering kali masuk dalam daftar menu diskon.
Seorang warga Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Ari Widiyawati, tidak memungkiri bahwa dirinya juga suka berbelanja di pasar atau toko modern.
Meski demikian, pasar modern bagi Widiyawati hanya sebagai tempat berburu promo atau diskon produk.
Dia tetap saja kembali ke pasar tradisional untuk menuhi mayoritas kebutuhan harian, seperti sayur, lauk pauk, beras, juga keperluan bumbu dapur.
"Masih lebih senang belanja di pasar tradisional. Seperti beras lebih murah, sayuran lebih fresh dan banyak pilihannya," kata Ari kepada Tribun Jateng, beberapa waktu lalu.
"Kalahnya dengan promo, biasanya harga produk di swalayan jadi lebih murah, tapi tidak semua produk," sambungnya.
Malas antre
Sebenarnya, Ari mengaku, lebih senang belanja di pasar tradisional.
pasar modern
Harga Pasar Tradisional
Pasar Tradisional
eksklusif
multiangle
tribunjateng.com
m syofri kurniawan
| Murid Zuliyati Muntah-muntah Setelah Santap Jajanan Depan Sekolah |
|
|---|
| Sampel Makanan Diduga Penyebab Keracunan Murid SD Dibawa ke Labkesda |
|
|---|
| Tanggul Sungai Bremi Kota Pekalongan Jebol Sepanjang 35 Meter |
|
|---|
| Jalan Kaligawe Ditinggikan, Pengguna Jalan Disarankan via Jalur Alternatif |
|
|---|
| Sindikat Love Scamming Sleman Raup Rp 10 Miliar Sebulan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/TRIBUN-JATENG-EDISI-6-JANUARI-2026.jpg)