Tribunjateng Hari ini
Ari Incar Promo di Pasar Modern untuk Peroleh Harga Lebih Murah
Potret di lapangan menggambarkan bahwa konsumen di pasar modern semakin meningkat seiring bertambahnya waktu.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: M Syofri Kurniawan
Akibatnya harga-harga di pasar tradisional terpantau pembeli lebih mahal, pada akhirnya beralih ke pasar modern.
Meski demikian, Tutik menegaskan bahwa masih ada pedagang yang jujur menjual dagangannya dengan sewajarnya.
Artinya, berjualan tanpa harus mendongkrak harga jual di atas batas wajar.
"Soal peminat masih ada, meskipun berkurang tidak sebanyak dulu. Karena pembeli kan selera. Kalau toko saya, yang beli pelanggan. Kalau naik ya naik kalau turun ya turun," ucapnya.
Sebagai pedagang, Tutik menyadari bahwa konsumen yang berbelanja di pasar tradisional mayoritas untuk dijual kembali, termasuk untuk modal berjualan produk tertentu.
Sementara konsumen yang tertarik belanja di pasar modern atau swalayan, biasanya mencari kebutuhan pokok untuk digunakan atau dikonsumsi diri.
"Soal kualitas, pasar tradisional gak kalah dengan pasar modern. Terutama di sayuran, setiap hari pasti ganti, cuma tidak ada packaging seperti di pasar modern," tuturnya. (Saiful Ma'sum)
pasar modern
Harga Pasar Tradisional
Pasar Tradisional
eksklusif
multiangle
Tribunjateng.com
m syofri kurniawan
| Dua Warga Ngaliyan Terlindas Kendaraan di Pantura Kendal dan Demak |
|
|---|
| Derita Bertubi-tubi Markonah: Cucu Tewas Kecelakaan Rumah Diterjang Longsor |
|
|---|
| Agustina Minta Warga di Zona Rawan Kalialang Segera Diungsikan |
|
|---|
| Polresta Pati Siap Jemput Paksa Kiai Tersangka Pencabulan Santriwati |
|
|---|
| Pabrik Gula GMM Blora Berhenti Beroperasi, Karyawan Ikut Progam Detasering |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/TRIBUN-JATENG-EDISI-6-JANUARI-2026.jpg)