Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Nelayan Diimmbau Budayakan Menabung untuk Hadapi Masa Paceklik saat Gelombang Tinggi

Para istri nelayan didorong melakukan pengolahan ikan yang tadinya langsung dijual, menjadi produk tertentu agar harganya lebih tinggi.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Vito
TRIBUN JATENG/iwan Arifianto
ANGKAT JARING - Nelayan Roban Timur Batang menarik alat tangkap bubu yang telah dipasang di perairan Pantura, Juni 2025. Kondisi nelayan Pantura kini sedang nelangsa karena cuaca buruk sehingga tidak bisa melaut. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jateng terus berupaya meningkatkan aktivitas usaha nelayan dalam mengatasi masa paceklik akibat gelombang tinggi

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jateng, Endi Faiz Effendi mengatakan, para nelayan bisa mengembangkan usaha berbasis komoditas. 

Sejauh ini, menurut dia, sasaran program itu adalah para istri nelayan untuk melakukan pengolahan ikan yang tadinya langsung dijual, menjadi produk tertentu dengan harganya yang lebih tinggi. 

"Hasil tangkapan laut yang sudah didapatkan bisa diolah, kemudian menjadi bahan-bahan atau produk-produk yang bisa lebih ekonomis," katanya, kepada Tribun Jateng, Senin (5/1).

Selain itu, pihaknya juga memiliki program jangka panjang lain untuk mengatasi persoalan itu. Satu program yang dilakukan adalah pelatihan manajemen keuangan bagi para nelayan lewat kerja sama dengan bank pelat merah.

Endi menuturkan, hampir seluruh wilayah Jateng sudah mendapatkan pelatihan itu, meski belum menjangkau semua nelayan. Mereka dalam pelatihan memperoleh kiat untuk menabung ketika hasil tangkapan sedang baik. 

Ia menyebut, dana tabungan itu bisa digunakan ketika memasuki musim paceklik terutama pada bulan Desember hingga Februari. 

"Budaya ini yang sedang kami bangun, meskipun implementasi di lapangan masih kurang baik. Ya namanya nelayan, budayanya hunting, berbeda dengan petani yang lebih mudah untuk menabung karena terbiasa menanam," tukasnya. 

Ketua Kelompok Kerja Kepelabuhanan dan Kenelayanan DKP Jateng, Rofik Muammar menyatakan, pihaknya fokus melakukan intervensi berkait dengan pemberdayaan usaha nelayan.  

"Jadi memang pemberdayaan usaha nelayan ini kegiatannya ya memang tidak hanya di masa paceklik, tapi dilakukan ketika nelayan itu kekurangan modal, kami berikan akses untuk ke perbankan," tuturnya.

Menurut dia, para nelayan juga diberikan asuransi nelayan Jateng. Ia berujar, telah memberikan jaminan asuransi kepada 15.000 nelayan dari September 2025 hingga September 2026.

"Tahun ini target kami akan menambahkan sebanyak 10.000 nelayan lagi untuk kami fasilitasi premi asuransi," ucapnya. 

Pendampingan

Adapun, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jateng melakukan pendampingan ekonomi terhadap para kelompok nelayan di tiga daerah meliputi Batang, Semarang dan Demak. 

Lembaga itu membentuk kelompok nelayan untuk secara bersama-sama meningkatkan taraf ekonomi sesuai dengan kekhasan masing-masing wilayah.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved