Tribun Jateng Hari Ini
Nelayan Diimmbau Budayakan Menabung untuk Hadapi Masa Paceklik saat Gelombang Tinggi
Para istri nelayan didorong melakukan pengolahan ikan yang tadinya langsung dijual, menjadi produk tertentu agar harganya lebih tinggi.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Vito
Staf Advokasi Walhi Jateng, Rizki Riansyah merinci, pengembangan sektor ekonomi di pesisir Roban Timur, Subah, Kabupaten Batang yakni dengan membentuk kelompok Pertiwi Roban Timur, yakni kelompok perempuan istri nelayan.
Mereka dalam kelompok itu mengembangkan produk ikan asin agar memiliki nilai jual lebih.
Sementara di Kota Semarang, menurut dia, kegiatan itu dilakukan di Tambakrejo dengan membentuk koperasi Kampung Nelayan Tambakrejo Sejahtera.
Di kelompok itu, unit usaha yang dilakukan adalah sewa rumpon bagi pemancing dan kerang hijau.
Di Demak, kegiatan itu berlangsung di Dusun Bedono dengan membentuk komunitas Bumi Hijau. Kelompok itu memiliki unit usaha pembibitan mangrove dan kerang hijau.
"Progam ini sudah berjalan sejak 2025 dan berlanjut ke tahun ini. Melalui program ini, kami sadar tidak sepenuhnya bisa mengatasi seluruh masalah utang ke bank titil atau masalah keuangan lainnya di kalangan nelayan. Tapi ini ikhtiar agar praktik ini setidaknya berkurang," bebernya.
Rizki menekankan, pengentasan masalah ekonomi nelayan pesisir adalah penataan tata produksi dan tata konsumsi agar hasil nelayan tidak hanya putus dijual ke tengkulak yang dibeli dengan nilai rendah.
Dia menambahkan, langkah itu tentu tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja melainkan butuh kerja-kerja kolaborasi.
"Setiap pemda harus meningkatkan kapasitas nelayan di tata produksi dan tata konsumsi dengan cara dikawal dan diberi fasilitasi hingga bisa menelurkan produk yang bisa dipasarkan," ucapnya. (Iwan Arifianto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260103_Nelayan-Roban-Timur-Batang.jpg)