Tribunjateng Hari ini
Bug Hunter Muda Asal Purbalingga Ingin Jadi Polisi Siber
Bug hunter muda asal Purbalingga, Aan Rehan, ia ingin berkontribusi pada negara dengan menjadi polisi siber.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: M Syofri Kurniawan
Ayahnya seorang kuli bangunan, sedangkan ibunya ibu rumah tangga.
Kendati demikian, kata Rehan, ayah dan ibunya sangat mendukung dengan memberikan fasilitas berupa handphone baru.
Ia juga menjadi satu-satunya anak dari dua bersaudara yang berkecimpung dalam dunia siber.
"Selama ini saya kalau bug hunting itu pakai HP, dulu HP saya cuma RAM 3,” kata Rehan.
“Sekarang udah upgrade, dibelikan oleh orang tua buat melanjutkan bug hunting ini," sambungnya.
Hingga kini, hampir seluruh aktivitas bug hunting masih ia lakukan melalui ponsel.
"Sebenarnya kalau mau lebih gampang pakai laptop, tapi saya belum bisa beli. Jadi, sementara pakai hp dulu," ujarnya.
Setelah lulus dari SMK, tahun lalu, kini Rehan menjalani masa gap year.
Aktivitasnya sehari-hari masih diisi dengan membantu kedua orang tua dan berburu celah keamanan sembari belajar bersama komunitas.
Rehan mengaku, bercita-cita melanjutkan kuliah di bidang Teknik Informatika.
Dia juga bermimpi menjadi bagian dari tim siber kepolisian.
Menurut dia, saat ini sistem keamanan di Indonesia, termasuk di tempat tinggalnya di Purbalingga, sendiri masih cukup rentan.
Salah satu penyebab utamanya adalah, jarangnya dilakukan pembaruan sistem dan lemahnya pengelolaan keamanan.
Oleh karena itu, ia pun ingin terus belajar dan berkontribusi bagi negara melalui bug hunter.
"Saya ingin terus berkontribusi buat negara. Semoga saja kedepan pemerintah juga lebih memperhatikan soal keamanan siber dan membuka lebih banyak peluang kerja di bidang ini," tandasnya. (Farah Anis Rahmawati)
| Luthfi Klaim 6.271 Koperasi Desa Merah Putih di Jateng Telah Beroperasi |
|
|---|
| Warga Jembawan Pasang Sandbag untuk Cegah Longsor Susulan |
|
|---|
| Ada Dua Kasus Kecelakaan Kendaraan Pengangkut MBG, Satlantas Pekalongan Latih Ratusan Sopir SPPG |
|
|---|
| Ukir Batu Jadi Rupiah, Gayuh Pengrajin Batu Akik Batang Tetap Semangat Hasilkan Aksesoris Unik |
|
|---|
| Hasil Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Iduladha 2026 Jatuh pada 27 Mei |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-Jateng-Hari-Ini-Kamis-8-Januari-2026.jpg)