Longsor Jepara
Banjir dan Longsor Menerjang Jepara, Ribuan Warga Desa Tempur Terisolasi
Ribuan warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara terisolir lebih dari 20 jam sejak bencana longsor menutup akses.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Ribuan warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara terisolir lebih dari 20 jam sejak bencana longsor menutup akses satu-satunya sejak, Jumat (9/1/2026) sore.
Jalur utama penghubung Desa Damarmulan dengan Desa Tempur Kecamatan Keling terputus setelah badan jalan sepanjang kurang lebih 60 meter di satu titik longsoran tersapu banjir.
Hingga, Sabtu (10/1/2026), sore masyarakat Desa Tempur terisolasi di desanya sendiri. Tak hanya itu, akses internet dan listrik juga terputus.
Distribusi pasokan makanan pun belum bisa menjangkau penduduk Desa Tempur yang berada di lereng Gunung Muria.
Baca juga: Daftar 13 Titik Longsor di Tlogowungu Pati, Warga Terisolasi
Baca juga: BPBD Pati: Puluhan Desa di Sembilan Kecamatan Alami Banjir dan Tanah Longsor
Terputusnya semua akses menuju Desa Tempur menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Jepara. Ratusan relawan BPBD, PMI, dan berbagai kelompok peduli bencana diterjunkan.
Lima unit alat berat dikerahkan untuk bisa membuka akses jalan dari material longsor.
Satu demi satu titik material longsor yang menutup jalan disingkirkan. Tingginya curah hujan dan akses jalan yang sempit menjadi kendala tim relawan dan petugas untuk membuka 18 jalan yang terputus.
Masyarakat Tempur yang terjebak di desanya tersendiri bahkan belum bisa diketahui pasti bagaimana kabarnya.
Begitupun nasib masyarakat Tempur yang berada di luar desa belum tahu kapan bisa kembali ke desanya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar menegaskan, komunikasi pemerintah kabupaten dengan pemerintah Desa Tempur terputus lantaran listrik dan akses internet mati.
Pemerintah Kabupaten Jepara menaruh harapan besar pada Pemerintah Desa Tempur untuk bisa melindungi dan mencukupi kebutuhan makanan masyarakat selama terisolir.
"Kita komunikasi dengan petinggi (Kepala Desa Tempur) saja sulit, karena listrik mati. Kita upaya maksimal karena ini ada beberapa bencana juga seperti banjir," terangnya saat meninjau evakuasi titik longsor.
Untuk bisa membuka komunikasi dengan pemerintah dan masyarakat Desa Tempur, kata Ary, pihaknya membuka jalur alternatif di kawasan lahan perhutani. Digunakan untuk mengirimkan logistik untuk kebutuhan makanan dan genset.
Kata dia, genset akan dikirim agar lampu penerangan darurat menyala di beberapa titik Desa Tempur. Termasuk menyediakan daya listrik bagi perangkat dan masyarakat desa agar komunikasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah kabupaten tidak terputus.
"Kami upayakan kirim genset, paling tidak di tempat-tempat tertentu ada lampu penerangan dan ngecas hp untuk membuka komunikasi," tuturnya.
| Tenaga Medis Disiagakan 24 Jam di Desa Tempur Jepara Usai Bencana Banjir dan Longsor Melanda |
|
|---|
| Penampakan Akses Jalan ke Desa Tempur Jepara yang Mulai Terbuka, Masih Berisiko |
|
|---|
| Kisah Adil Warga Tempur Jepara Terisolasi Setelah Banjir Bandang, Kesulitan Dapat Bahan Pokok |
|
|---|
| Aksi Heroik Bidan Cindy dan Bidan Liya, Terabas Bencana Longsor Jepara Demi Menolong Ibu Melahirkan |
|
|---|
| Kisah Fitri, Keluarga Terisolasi Karena Longsor di Jepara, Komunikasi Terputus Jam 9 Malam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260110-_EVAKUASI-LONGSOR-JEPARA-Alat-berat-dan-relawan.jpg)