Kamis, 14 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

OTT KPK Bupati Pati

Pengakuan Chandra Plt Bupati Pati: Sudewo Tak Pernah Ajak Bahas Pengisian Perangkat Desa

Plt Bupati Candra, Risma Ardhi Chandra tidak pernah diajak oleh Sudewo untuk membahas pengisian perangkat desa.

Tayang:
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Mazka Hauzan Naufal
SK PENUGASAN - Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra memberikan keterangan setelah menerima SK Penugasan sebagai Plt Bupati Pati dari Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (21/1/2026). Di bawah kepemimpinannya, Chandra akan fokus menyelesaikan persoalan bencana banjir terlebih dahulu. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI – Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra yang resmi menjadi Plt Bupati Pati mulai Rabu (21/1/2026) ini menegaskan jika dirinya tidak pernah diajak oleh Sudewo untuk membahas pengisian perangkat desa.

Untuk diketahui, Bupati Sudewo telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (20/1/2026).

Penetapan tersangka itu merupakan tindak lanjut setelah KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait dugaan pemerasan dalam praktik jual-beli jabatan perangkat desa.

Baca juga: BREAKING NEWS: Risma Ardhi Chandra Resmi Jabat Plt Bupati Pati Gantikan Sudewo yang Ditangkap KPK

BREAKING NEWS, KPK Benarkan Ada OTT di Pati, Ada Pejabat Pengepul yang Ditangkap

BREAKING NEWS, Sudewo Juga Berstatus Tersangka Korupsi Proyek DJKA Kemenhub

SK penugasan Plt Bupati Pati diserahkan kepada Chandra oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, yang pada kesempatan ini bertindak sebagai Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Jateng.

Penyerahan SK dilakukan di Ruang Paringgitan Pendopo Kabupaten Pati pada Rabu (21/1/2026).

"Saya justru tahunya setelah ada kejadian ini," kata Chandra di Pendopo Kabupaten Pati, ketika ditanya apakah mengetahui tentang rencana pengisian perangkat desa.

Dia mengatakan belum pernah ada rapat untuk membahas hal tersebut.

Ketika ditanya tentang langkah ke depan terkait rencana pengisian perangkat desa, Chandra akan berupaya mewujudkan mekanisme yang transparan.

"Harapan saya pengisian perangkat desa ini harus dilaksanakan sejujur-jujurnya, terbuka, dan dapat diawasi oleh seluruh masyarakat Kabupaten Pati,” tegas dia.

Namun Chandra mengatakan, belum melakukan pembahasan khusus dengan dinas terkait yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades).

Sebab, saat ini pihaknya masih berfokus dalam penanganan bencana.

“Kami belum membahas untuk itu. Kami masih berkonsentrasi untuk penanganan bencana dan pasca bencana di Pati."

"Semoga bencana banjir ini bisa diatasi dan segera surut."

"Kami minta dukungan masyarakat, berdoa bersama-sama semoga Pati segera terlepas dari bencana ini,” ungkap Chandra.

Ditanya kapan terakhir kali berkomunikasi dengan Sudewo, Chandra mengatakan bahwa dirinya masih berkegiatan bersama pada Minggu (18/1/2026).

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved