Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jawa Tengah

BPBD Jateng: Operasi Modifikasi Cuaca Diperpanjang Hingga 24 Januari 2026

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Jawa Tengah diperpanjang hingga 24 Januari 2026, khususnya wilayah Muria Raya, Pekalongan, dan Kendal.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: deni setiawan
Istimewa/BNPB
MODIFIKASI CUACA - Ilustrasi BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca untuk menangani darurat bencana banjir dan longsor yang beberapa hari ini melanda wilayah Muria Raya meliputi Kudus, Pati dan Jepara. Operasi ini dipusatkan dari Lapangan Udara Ahmad Yani, Kota Semarang, pada Kamis (15/1/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Jawa Tengah diperpanjang hingga 24 Januari 2026.

Operasi ini sebelumnya sudah dilakukan sejak 15 Januari untuk mengatasi bencana banjir dan longsor di Muria Raya, Pekalongan, dan Kendal.

"Operasi modifikasi cuaca seharusnya berakhir pada 20 Januari 2026, tetapi diperpanjang hingga 24 Januari 2026."

"Selepas itu, kami melihat situasi cuaca berikutnya," ujar Kalakhar BPBD Jateng, Bergas Catursasi kepada Tribunjateng.com di komplek Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis (22/1/2026).

Baca juga: Banyak Jalan Berlubang Saat Musim Hujan, DPRD Jateng Dorong Penanganan Cepat dan Darurat

Bergas melanjutkan, operasi modifikasi cuaca ini tergantung situasi di langit Jawa Tengah. Semisal cuaca tetap tidak mendukung, OMC bisa saja diperpanjang.

"OMC tentunya bisa dilakukan kembali ketika situasi cuaca masih seperti sekarang," paparnya.

BPBD Jateng mencatat, akibat bencana banjir di Muria Raya dan Pekalongan menyebabkan ribuan orang mengungsi.

Menurut Bergas, jumlah pengungsi di Kabupaten Pekalongan mencapai sekira 1.800 orang, Kota Pekalongan masih 2.000 orang, Kudus 2.200 orang, dan Kabupaten Pati terdapat 1.100 orang.

"Untuk kerugian kami belum melakukan penghitungan secara rinci. Tapi paling tidak ketika banjir terjadi satu rumah bisa alami kerugian rata-rata Rp2 juta, tinggal kalikan saja rumah terdampak," ungkapnya. 

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, dampak dari OMC cukup membantu dalam mengendalikan cuaca di langit Jawa Tengah.

"Alhamdulillah, ada operasi modifikasi cuaca ini yang difasilitasi BNPB," katanya.

Baca juga: Aden Berharap KA Prameks dan Trans Jateng Bisa Sampai Kebumen, Demi Dongkrak PAD Sektor Wisata

Dia mengatakan, modifikasi ini menyasar ke wilayah yang sedang dilanda bencana seperti Pati, Kudus, Jepara, Kendal, dan Pekalongan. 

"Kami terus pantau situasi cuaca melalui BMKG, rencana diperpanjang tergantung situasi cuaca yang dilaporkan," terangnya.

Pemprov Jateng kini juga sedang menyiapkan skema penanganan banjir dengan beragam proyek infrastruktur.

Taj Yasin mengungkap, pengajuan dana ke pusat sudah dilakukan dengan acuan penanggulangan kebencanaan di Kabupaten Demak dalam mengahadapi banjir rob senilai Rp1,7 triliun.

"Untuk Pekalongan, diperkiraan butuh anggaran Rp1,5 triliun hingga Rp1,7 triliun untuk penanggulangan bencana rob dan banjir di kawasan Pekalongan," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved