Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jawa Tengah

UPDATE Motor Hilang saat Konser Dangdut di Todanan Blora, Polisi: Masih Cari Bukti Penguat

Polisi masih memburu pelaku pencurian sepeda motor di Dukuh Kopen, Desa Ngumbul, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Kamis (30/4/2026).

Tayang:
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: deni setiawan
Istimewa/POLRES BLORA
OLAH TKP - Polisi olah TKP di area parkir hilangnya sepeda motor penonton dangdut di Dukuh Kopen, Desa Ngumbul, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Senin (4/5/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Polisi masih memburu pelaku pencurian sepeda motor di Dukuh Kopen, Desa Ngumbul, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora pada Kamis (30/4/2026).

Aksi pencurian motor itu terjadi saat acara hiburan musik dangdut dalam rangka sedekah bumi.

Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Zaenul Arifin menjelaskan, hingga saat ini laporan yang diterima hanya satu motor yang hilang.

Baca juga: Tiga Motor Hilang Usai Nonton Konser Dangdut di Todanan Blora

"Sudah ada laporan di Polsek Todanan. Kami akan bekerja sama dengan Tim Resmob untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut," katanya, Senin (4/5/2026).

Lebih lanjut, pihaknya menambahkan, hingga kini pelaku pencurian belum tertangkap. Polisi masih fokus mengumpulkan bukti dan petunjuk dari hasil olah TKP.

"Belum ada penangkapan. Saat ini masih tahap penyelidikan, mencari pembuktian dan mengembangkan petunjuk dari TKP," jelasnya.

Terkait dugaan adanya komplotan pelaku pencurian motor yang menyasar kegiatan hiburan seperti sedekah bumi, polisi masih melakukan pendalaman.

"Masih kami dalami apakah ini bagian dari komplotan tertentu atau tidak. Ini mengingat modusnya terjadi di acara keramaian seperti hiburan sedekah bumi," paparnya.

Sebelumnya, aksi pencurian motor terjadi saat acara hiburan musik dangdut dalam rangka sedekah bumi di Dukuh Kopen, Desa Ngumbul, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Kamis (30/4/2026) malam. 

Meski sempat beredar kabar kehilangan hingga delapan motor, pihak kepolisian menyebut informasi tersebut tidak benar.

Kapolsek Todanan, Iptu Suhari menjelaskan bahwa jumlah korban yang datang ke Polsek hanya tiga orang. 

Namun dari tiga orang tersebut, hanya satu yang melapor secara resmi.

"Yang datang ke Polsek tiga orang, tapi yang melapor resmi hanya satu."

"Dua lainnya tidak melanjutkan laporan karena tidak memiliki surat-surat kendaraan," jelasnya, Sabtu (2/5/2026).

Menteri PPPA Desak Polisi Tahan Ashari Pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo Pati

Motor yang dilaporkan hilang terdiri dari satu Honda CRF, sementara dua lainnya yang tidak dilaporkan secara resmi adalah Honda Beat dan Honda Scoopy.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved