Berita Jawa Tengah
Status Waspada Gunung Slamet, Aktivitas Masyarakat Dibatasi Sampai Radius 3 Km
Status Gunung Slamet sampai saat ini masih waspada, tetapi radius aktivitas masyarakat di sekitarnya dibatasi tiga kilometer.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Plt Kalakhar BPBD Kabupaten Tegal, M Afifudin mengupdate kondisi terkini Gunung Slamet.
Sesuai informasi yang diperoleh Afifudin dari Pos PGA Gunung Slamet, Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, pada 3 April 2026, Gunung Slamet mengalami peningkatan aktivitas.
Adapun sesuai pengamatan secara visual maupun citra satelit, terjadi peningkatan suhu yang 10 tahun terakhir di kisaran 150-200 derajat Celcius. Saat ini meningkat di angka 470 derajat Celcius.
Sementara secara visual, terjadi kepulan asap yang tingginya mencapai 600 meter.
Baca juga: Suhu Kawah Terpantau Terus Meninggi, Sosialisasi Mitigasi Bencana Geologi Gunung Slamet Digelar
"Sebetulnya sejak Oktober 2023 sudah ditetapkan status waspada dengan ketentuan radius dua kilometer tidak boleh ada aktivitas masyarakat menuju kawah."
"Kondisi sekarang harapannya jangan sampai tertahan yang mengakibatkan terjadi letusan besar."
"Status Gunung Slamet sampai saat ini masih waspada, tapi radius aktivitas masyarakat dibatasi tiga kilometer," ungkap Afifudin kepada Tribunjateng.com, Jumat (1/5/2026).
Gunung Slamet memiliki ketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut (mdpl) merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah.
Gunung Slamet memiliki sejumlah jalur pendakian resmi yang tersebar di lima kabupaten, yakni Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes.
"Sampai saat ini aktivitas pendakian Gunung Slamet di seluruh jalur dan basecamp pendakian masih ditutup. Terkait dibuka lagi kapan, menunggu informasi dari Pos PGA Gunung Slamet," jelas Afifudin.
Baca juga: Viral Perundungan Siswi SMP oleh Rekannya di Tegal, Pemicunya Saling Ejek
Dikatakan Afifudin, belum lama ini pihaknya menghadiri rapat koordonasi bersama lima wilayah yang terdapat jalur pendakian Gunung Slamet.
Hasil dari rakor tersebut, lima wilayah ini harus melakukan langkah antisipasi dan mitigasi.
Selain itu membuka kembali Renkon (Rencana Kontinjensi) mengatur siapa bertugas bagian apa, mengecek peralatan, sumber daya manusia (SDM), mobilisasi, menetapkan titik evakuasi, titik kumpul, serta pengungsian dan jalur evakuasi.
Semuanya wajib disosialisasikan kepada masyarakat.
Sejauh ini sosialisasi sudah diberikan khususnya kepada warga di wilayah atas seperti Desa Dukuhtengah, Rembul, Kedawung, Guci, dan Sigedong.
"Tidak kalah penting menginformasikan kepada masyarakat supaya tidak mudah termakan berita hoaks atau yang belum tentu kebenarannya mengenai Gunung Slamet," tegas Afifudin. (*)
| Investasi Triwulan Pertama 2026 di Jateng Capai Rp23 Triliun, Kepala DPMPTSP: Serap 93 Ribu Pekerja |
|
|---|
| Cara Pencuri Bobol 26 Rumah Kosong di Solo Raya, Modal Kunci Modifikasi dan Linggis |
|
|---|
| Pesilat Jateng Safira Dwi Meilani Raih Emas di Belgium Open 2026 |
|
|---|
| 12 Kecamatan di Pati Berpotensi Alami Kekeringan, Ini Data Rincinya |
|
|---|
| Syok, Mobil Pegawai ATR/BPN Sukoharjo Dibobol Maling, Modus Pecah Kaca |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260501-_-Gunung-Slamet-dari-Kabupaten-Tegal.jpg)