Rabu, 13 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jawa Tengah

17 KK Korban Terdampak Longsor Majenang Mulai Tempati Huntara, Ini Kata Mereka

7 kepala keluarga korban longsor Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap mulai tempati huntara yang dibangun pemerintah.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Rayka Diah Setianingrum
TEMPATI HUNTARA - Warga korban longsor Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap mulai beraktivitas di kawasan Huntara, Selasa (27/1/2026). Huntara disiapkan pemerintah sebagai tempat tinggal sementara seusai rumah mereka rusak tertimbun longsor. 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - 17 kepala keluarga (KK) korban longsor Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, akhirnya mulai menempati hunian sementara (huntara) sebagai tempat berteduh setelah kehilangan rumah akibat longsor.

Deretan huntara berdiri rapi di atas lahan relokasi menjadi harapan baru bagi warga yang selama berbulan-bulan harus berpindah-pindah tempat tinggal pasca bencana.

Salah satu korban longsor, Haryanto bersyukur karena pemerintah hadir membantu kebutuhan dasar para penyintas yang sebelumnya hidup dalam keterbatasan.

Baca juga: Gempa M 4,4 Guncang Cilacap Hari Ini, BMKG: Dipicu Sesar Aktif Bawah Laut

Tips Buat Warga Cilacap, Tidak Perlu Panik Hadapi Super Flu, Begini Cara Simpelnya

“Terima kasih, kami merasa sangat terbantu karena kebutuhan kami sekarang tercukupi dan pemerintah benar-benar memperhatikan kondisi korban,” ujar Haryanto, Selasa (27/1/2026).

Dia menceritakan bahwa sejak rumahnya hancur tertimbun longsor, sebagian besar keluarganya terpaksa tinggal di rumah kontrakan yang kondisinya jauh dari kata layak.

“Saya di kontrakan, anak-anak juga masih di kontrakan, yang kecil sekarang kelas enam dan lagi padat-padatnya sekolah sampai harus les terus sore,” tuturnya.

Menurut Haryanto, situasi tersebut membuat keluarganya sering berpindah tempat demi menyesuaikan aktivitas anak-anak yang masih sekolah.

“Kadang anak saya harus bolak-balik ke sini karena pelajaran lagi padat,” katanya.

Dia masih mengingat jelas detik-detik longsor yang menghancurkan rumah sekaligus sumber penghidupan keluarganya.

“Rumah saya hancur tertimbun, tanaman yang biasanya produktif juga hilang semua,” ucapnya lirih.

Haryanto bahkan nyaris meregang nyawa saat longsor menerjang kawasan permukiman tersebut.

“Saya sempat tertanam tanah sampai sepinggang, kalau tidak tertolong mungkin dua jam kemudian saya sudah tidak tahu nasib saya,” ungkapnya.

Dalam kondisi sesak napas dan tertimbun material longsor, nyawanya terselamatkan berkat kesigapan warga sekitar.

“Alhamdulillah tetangga sigap menolong, keluarga saya selamat semua, tapi keponakan saya meninggal,” katanya.

Baca juga: BREAKING NEWS, Cilacap Diguncang Gempa M 4,2

Langkah Strategis Pemkab Cilacap Pacu Target PAD Rp1,08 Triliun: Optimalisasi Pajak Daerah

Sementara itu, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman mengatakan, relokasi ke huntara merupakan langkah awal pemulihan bagi warga terdampak longsor Cibeunying.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved