Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Polemik Opsen Pajak Kendaraan

Ini Daftar 5 Daerah di Jateng Tertinggi Opsen Pajak Kendaraan Bermotor

Kepala Bapenda Provinsi Jawa Tengah Muhammad Masrofi menyatakan optimisme bahwa tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan

|
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
IST
OPSEN PKB - Tangkapan layar keluhan warganet di aplikasi media sosial Facebook soal kenaikan opsen PKB di Jateng. 

Ringkasan Berita:
  • Bapenda Jateng optimistis relaksasi opsen PKB 5 persen meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
  • Opsen pajak menjadi sumber pendapatan langsung bagi kas kabupaten/kota di Jawa Tengah.
  • Penerimaan BBNKB menurun akibat melemahnya daya beli masyarakat terhadap kendaraan baru.

 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala Bapenda Provinsi Jawa Tengah Muhammad Masrofi menyatakan optimisme bahwa tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor akan meningkat setelah diterapkannya relaksasi opsen PKB sebesar 5 persen.

Menurut Masrofi, kebijakan diskon tersebut diyakini mampu meredam ajakan boikot pembayaran pajak opsen yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial.

"Adanya diskon kepatuhan akan meningkat, nanti masyarakat akan berpikir ulang, awalnya memboikot nanti mau kembali bayar pajak," kata Masrofi saat dihubungi Tribun, Jumat (13/2/2026).

 

Skema Relaksasi Opsen PKB

Relaksasi yang dimaksud berupa pengurangan 5 persen dari total opsen PKB sebesar 16,6 persen. Opsen PKB sendiri merupakan pungutan tambahan atas nilai pokok Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Untuk periode 2025–2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menetapkan besaran opsen PKB sebesar 16,6 persen dari nilai pokok PKB dan 32 persen untuk opsen BBNKB dari nilai pokoknya.

Masrofi berharap kebijakan diskon ini dapat mendorong masyarakat kembali aktif memenuhi kewajiban perpajakan.

"Harapannya adanya diskon bikin warga bayar pajak meningkat," terangnya.

Baca juga: Banyak Kebocoran Pajak Tambang Jateng di Tengah Kenaikan Opsen Pajak Kendaraan Bermotor

Ia menegaskan bahwa penerimaan dari opsen pajak sangat penting, terutama bagi pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah karena dana tersebut langsung masuk ke kas daerah.

MEMILIH RELAKSASI - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno (kiri) Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah Muhammad Masrofi (Kanan) menjelaskan soal relaksasi pajak opsen dalam konferensi pers di Gedung Pemprov Jateng, Kota Semarang, Jumat (13/2/2026).
MEMILIH RELAKSASI - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno (kiri) Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah Muhammad Masrofi (Kanan) menjelaskan soal relaksasi pajak opsen dalam konferensi pers di Gedung Pemprov Jateng, Kota Semarang, Jumat (13/2/2026). (TRIBUN JATENG/iwan Arifianto)

"Dulu kan bagi hasil sama provinsi sekarang lansung masuk ke daerah.

Jadi, potensi pajak opsen tergantung dari keaktifan pembayaran pajak di masing-masing kabupaten kota," ungkapnya.

 

Pengaruh NJKB dan Capaian Pendapatan Pajak

Masrofi juga menjelaskan bahwa besaran opsen dipengaruhi oleh Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB).

 Jika NJKB turun, maka nominal opsen yang dibayarkan juga ikut menurun.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved