Ramadan 2026
Makam Sunan Kudus Jadi Pusat Tawasul Menjelang Ramadan
Ribuan orang berjubel ingin masuk ke kawasan kompleks makam Sunan Kudus, Minggu (15/2/2026).
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Ribuan orang berjubel ingin masuk ke kawasan kompleks makam Sunan Kudus, Minggu (15/2/2026).
Mereka ingin berdoa dan bertawasul di dekat pusara salah seorang Walisongo yang sangat dikenal di Pulau Jawa.
Di cungkup yang tertutup kain berwarna putih itu para peziarah duduk mengelilinginya.
Kondisinya penuh sesak. Lantunan suara zikir saling bersahut-sahutan. Sekilas saat satu rombongan pergi meninggalkan kawasan makam, maka tempat luang di sekeliling cungkup Makam Sunan Kudus tersebut akan segera terisi oleh peziarah lainnya. Kondisinya akan terus berulang seperti itu.
Baca juga: Nasib Apes Peziarah Makam Sunan Kudus Asal Brebes, Hape dan Uangnya Raib Dicuri
Baca juga: Kirab Banyu Panguripan: Visualisasi Perjalanan Spiritual Sunan Kudus
Di antara para peziarah tersebut yaitu Ahmad Farid.
Pemuda asal Surabaya tersebut datang bersama rombongan sesama santri dari Pondok Pesantren Darul Hikmah Bangkalan Madura.
Dia datang bersama 485 santri menggunakan 9 bus. Ziarah ke makam para wali ini merupakan kegiatan rutin setiap menjelang Ramadan yang digelar pesantren tempat dia belajar.
“Ziarah ke makam para wali termasuk Sunan Kudus ini rutin setiap tahun. Kami datang ke sini untuk bertawasul,” kata Farid saat ditemui di kompleks Makam Sunan Kudus.
Kedatangannya berziarah tersebut bukan karena maksud lain, selain mendekatkan diri kepada Allah.
Pasalnya Sunan Kudus sebagai sosok leluhur dan salah satu penyebar Islam di Jawa merupakan wali atau kekasih Allah yang layak untuk diziarahi pusaranya.
Peziarah lainnya yaitu Abdul Basit. Dia datang bersama istri dan anaknya. Aktivitas ziarah ke makam Sunan Kudus bukanlah yang pertama bagi Basit.
Dua bulan sebelumnya dia sudah berziarah ke pusara Sunan Kudus. Kali ini, dia khusus datang bersama keluarga untuk kembali berziarah mengingat sebentar lagi akan masuk bulan Ramadan.
Fenomena membludaknya peziarah di Makam Sunan Kudus ini terjadi setiap Syakban atau menjelang bulan Ramadan.
Setiap hari, para peziarah bisa mencapai lebih dari 10 ribu orang. Puncak kedatangan para peziarah ini terjadi setiap bulan Syakban penanggalan Hijriah.
Masyarakat Jawa biasa menyebutnya bulan Ruwah. Di bulan ini biasanya masyarakat Jawa memanfaatkannya untuk mendoakan leluhur mereka yang telah berpulang.
| Bukan dari Arab, Inilah Sejarah Unik Halalbihalal dari Tradisi Nusantara hingga Tren Potluck |
|
|---|
| Pesta Kembang Api dan Mobil Hias Meriahkan Malam Takbiran di Kauman Semarang |
|
|---|
| Atraksi Sembur Api Jadi Magnet Kemeriahan Malam Takbiran di Kebumen |
|
|---|
| Menelusuri Jejak Sejarah dan Filosofi di Balik Tradisi Malam Takbiran |
|
|---|
| Cadangan BBM Nasional Hanya 20 Hari, Sripeni Yakin Cukup untuk Antar Warga Pulang Kampung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260215_PEZIARAH-Para-peziarah-memadati-sekeliling-cungkup.jpg)