Berita Kudus
Kirab Banyu Panguripan: Visualisasi Perjalanan Spiritual Sunan Kudus
Ribuan orang menjalani Laku Banyu Panguripan dengan berjalan sepanjang sekira 1,2 kilometer dari Pendopo Kudus menuju Masjid Menara Kudus.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Ribuan orang memadati halaman Pendopo Kabupaten Kudus, Sabtu (3/1/2026) malam.
Mereka mengenakan pakaian senada berupa baju putih, sarung batik, dan ikat kepala batik. Pakaian tersebut merupakan bagian dari baju adat khas Kudusan.
Sebagian besar di antara mereka membawa obor yang telah dinyalakan.
Baca juga: Tahapan Seleksi Pengisian Jabatan di Kudus Tinggal Tunggu Rekomendasi BKN
Suasana pendopo yang semula sedikit redup berubah menjadi terang.
Kemudian sebagian lainnya membawa kendi berisi air yang diambil dari 166 punden dan belik atau sumber mata air dari berbagai wilayah di Kabupaten Kudus.
Ribuan orang ini menjalani Laku Banyu Panguripan dengan berjalan sepanjang sekira 1,2 kilometer dari Pendopo Kudus menuju Masjid Menara Kudus.
Mereka yang terlibat dalam kirab kali ini merupakan para santri, TNI, Polisi, dan masyarakat.
Barisan kirab ini dilepas langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris.
Dari Pendopo Kudus mereka melintasi Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, menuju Jalan Sunan Kudus dan berakhir di Masjid Menara Kudus.
Kirab ini merupakan bagian dari peringatan ta’sis ke-491 Menara Kudus.
Salah seorang peserta kirab, Rizki menilai, adanya Laku Banyu Panguripan ini merupakan simbol kehidupan.
Dengan adanya kirab ini, dia berharap Kabupaten Kudus dengan segenap dinamikanya tetap bisa memberikan penghidupan.
“Laku banyu panguripan ini dilakukan malam hari dengan membawa obor sebagai simbol menerangi kota,” kata Rizki.
Baca juga: Ini Desain Resmi Stadion Wergu Wetan Kudus, Dominan Biru Bergaya Eropa
Sesampainya di kaki Menara Kudus, air yang dibawa oleh peserta kirab tersebut disatukan. Kemudian air tersebut dibagikan kepada warga sekitar.
Sekretaris Paguyuban Punden dan Belik Kudus, Abdul Jalil mengatakan, Laku Banyu Panguripan ini tidak hanya seremonial memperingati ta’sis atau berdirinya Menara Kudus ke-491.
| Pria Lansia 70 Tahun di Gebog Kudus Tewas Mengenaskan, Tubuh Penuh Luka Bakar di Ladang Tebu |
|
|---|
| Bupati Kudus Pastikan Jalan di Kudus Tetap Terawat |
|
|---|
| Luncurkan Digital Pick-up, Bupati Samani: Upaya Kelola Sampah di Kudus dari Rumah Tangga |
|
|---|
| Tembus Rp3 Miliar, Lelang Pembongkaran Stadion Wergu Wetan Laku 3 Kali Lipat dari Prediksi |
|
|---|
| Mengintip Pusat Budi Daya Udang Galah di Lereng Gunung Muria, Produksi Jutaan Ekor Demi Pasar Ekspor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260104-_-Kirab-Laku-Banyu-Panguripan-di-Kudus.jpg)