Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Pengendara ke Semarang Diarahkan lewat Penawangan-Truko-Gubug

Akses utama jalur Semarang–Purwodadi tepatnya di Desa Tinanding, Godong, Grobogan, tidak dapat dilalui kendaraan.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Tribun Jateng Hari Ini Kamis 19 Februari 2026 

TRIBUNJATENG.COM, GROBOGAN - Akses utama jalur Semarang–Purwodadi tepatnya di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, tidak dapat dilalui kendaraan akibat terputusnya badan jalan karena tanggul jebol.

Aspal dan beton di jalur tersebut hancur sehingga membahayakan keselamatan pengendara.

Panjang kerusakan mencapai sekitar 18 meter dan mengakibatkan jalur putus total. 

Satuan Lalu Lintas Polres Grobogan melakukan rekayasa arus untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan.

Kasat Lantas Polres Grobogan, AKP Kumala Enggar Anjarani, mengatakan lokasi banjir sama sekali tidak bisa dilintasi kendaraan.

"Untuk saat ini jalur Semarang-Purwodadi di titik Desa Tinanding mengalami kerusakan sepanjang 18 meter sehingga mengakibatkan jalur putus total dan tidak bisa dilalui," kata Kumala, Selasa (17/2/2026). 

"Bagi para pengendara mobil pribadi yang akan menuju Semarang, kami sarankan melintas melalui rute: Penawangan-Wolo-Truko-Genggang Tani-Kemiri-Gubug, dan berlaku arah sebaliknya," sambung dia. 

Untuk kendaraan besar atau sumbu III ke atas, petugas mengarahkan pengendara untuk putar balik dan mengambil jalur berbeda.

"Khusus kendaraan berat dari arah Semarang menuju Purwodadi maupun sebaliknya, dialihkan melalui jalur Demak - Dempet - Godong. Hal ini untuk menghindari kemacetan di jalur pemukiman dan memastikan beban jalan tetap aman," kata Kumala. 

Tinjauan Polda

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, telah meninjau langsung lokasi tanggul jebol di Desa Tinanding, Grobogan.

Peninjauan lapangan itu juga dihadiri Kapolres Grobogan, AKBP Ike Yulianto Wicaksono; Kasat Lantas Polres Grobogan, AKP Kumala Enggar Anjarani; serta perwakilan instansi terkait, di antaranya Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali–Juwana dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU). 

Artanto menjelaskan, proses pemulihan masih terus berlangsung.

Penanganan difokuskan pada penutupan tanggul yang jebol menggunakan alat berat, disertai normalisasi saluran irigasi Sungai Tuntang.

Berdasarkan hasil koordinasi di lapangan, proses perbaikan diperkirakan memakan waktu sekitar satu pekan. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved