Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Cilacap

Pergerakan Tanah di Dayeuhluhur Cilacap, Rusak Rumah Warga

Pergerakan tanah terjadi di Dusun Cimanggang, Kampung Cikanah RT 05 RW 04, Desa Panulisan Barat, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap

Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/BPBD Cilacap 
TANAH RETAK - Pergerakan tanah terjadi di Dusun Cimanggang, Desa Panulisan Barat, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Kamis (19/2/2026) dini hari, menyebabkan satu rumah warga mengalami kerusakan berat akibat retakan dan amblesan tanah. 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Pergerakan tanah terjadi di Dusun Cimanggang, Kampung Cikanah RT 05 RW 04, Desa Panulisan Barat, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Kamis (19/2/2026) sekira pukul 02.15 WIB dini hari.Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir diduga menjadi pemicu utama pergeseran tanah di kawasan dengan kontur labil tersebut.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, mengatakan lokasi terdampak memang masuk wilayah rawan karena berada di atas aliran Sungai Cijulang dengan kondisi tanah yang mudah bergerak saat musim penghujan.

“Struktur tanah di lokasi tersebut cukup labil dan posisinya berada di atas aliran sungai, sehingga ketika hujan turun terus-menerus, risiko pergerakan tanah menjadi lebih tinggi,” ujar Taryo.

Pergerakan tanah dilaporkan terjadi di area seluas kurang lebih dua hektare dengan kedalaman amblesan sekitar 15 hingga 20 sentimeter serta lebar retakan mencapai 10 sentimeter.

Akibat kejadian itu, satu unit rumah milik Asnem, mengalami kerusakan berat pada bagian dinding yang retak dan lantai yang mengalami penurunan.

Rumah yang dihuni satu kepala keluarga dengan dua jiwa tersebut kini dalam kondisi terancam roboh apabila terjadi hujan deras susulan.

Taryo menyebut, pihaknya langsung menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan asesmen cepat dan pendataan dampak kejadian.

“Tim sudah melakukan kaji cepat, berkoordinasi dengan pemerintah desa dan unsur terkait untuk langkah penanganan lebih lanjut,” katanya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp20 juta.

BPBD mengimbau warga setempat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi sementara apabila hujan deras kembali turun dalam durasi lama.

“Kami minta warga tetap waspada dan segera menjauh dari bangunan jika kondisi cuaca memburuk guna menghindari risiko yang lebih besar,” tegas Taryo.

Saat ini kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan dan penghuni rumah masih bertahan di kediamannya sambil menunggu penanganan lanjutan. (ray)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved