Berita Pati
Respon Keluhan Peternak Pati, Kementan Pastikan Perbaiki Rantai Distribusi Bibit Ayam DOC
Kementerian Pertanian (Kementan) turun tangan menyikapi keluhan peternak di Pati mengenai ketimpangan distribusi bibit ayam
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, PATI - Kementerian Pertanian (Kementan) turun tangan menyikapi keluhan peternak di Pati mengenai ketimpangan distribusi bibit ayam atau day old chick (DOC).
Kementan memfasilitasi pertemuan antara perusahaan pembibitan unggas dan peternak mandiri di Kabupaten Pati untuk memperbaiki distribusi DOC.
Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Paringgitan Pendopo Kabupaten Pati, Minggu (22/2/2026).
Dalam forum tersebut, dihasilkan kesepakatan yang memberi kepastian akses DOC bagi peternak secara lebih adil dan transparan.
Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Agung Suganda, bersama Pelaksana tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra.
Koordinasi difasilitasi Pemerintah Kabupaten Pati dan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah dengan melibatkan Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) serta Persaudaraan Peternak Mandiri Pantura (PPMP).
Direktur Jenderal PKH Agung Suganda menyebut pertemuan tersebut menjadi bentuk itikad baik semua pihak untuk menjaga keberlanjutan usaha perunggasan sekaligus memastikan kepastian bagi peternak mandiri.
“Kedua kepentingan ini bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk diseimbangkan secara proporsional,” kata Agung.
Ia menegaskan kapasitas produksi DOC secara nasional tersedia sehingga fokus pemerintah adalah memastikan distribusi berjalan transparan dan tepat sasaran.
“Sesuai dengan arahan Bapak Menteri Pertanian sekaligus menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional, pemerintah hadir sebagai fasilitator dan pembina untuk memastikan tata niaga berjalan sehat, berkeadilan, dan sesuai ketentuan. Yang terpenting bukan hanya kesepakatan di atas kertas, melainkan konsistensi pelaksanaannya di lapangan,” kata dia.
Agung juga menekankan peran GPPU dalam menjaga kontinuitas pasokan serta tanggung jawab PPMP memastikan anggotanya siap produksi dan menyerap DOC sesuai kesepakatan.
Sementara, Pelaksana tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan pemerintah daerah akan mengawal pelaksanaan hasil pertemuan agar dirasakan peternak.
“Kabupaten Pati sedang bergerak terus. Kebutuhan ayam di Pati ini sangat banyak. Dan sekiranya dalam hal ini 1.000 boks DOC (1 boks = 100 ekor DOC, red.) per minggu ini dapat menyuplai peternak di Pati sehingga harapan kami harga ayam terus stabil,” kata Risma.
Menurut Risma, dialog terbuka menjadi langkah penting untuk membangun kepercayaan dan menciptakan ekosistem perunggasan yang lebih berkeadilan.
Sekretaris Jenderal PPMP Barry menyampaikan, peternak mandiri mengapresiasi fasilitasi pemerintah yang mempertemukan seluruh pihak.
| Viral Intel Diduga jadi Penyusup Demo di Pati, TNI-Polri Tegaskan Pelaku Murni Warga Sipil |
|
|---|
| 85 Koperasi Desa Merah Putih di Pati Resmi Beroperasi |
|
|---|
| Gus Ipul Minta Pelaku Kekerasan Seksual Dihukum Seumur Hidup, Termasuk Ashari di Pati |
|
|---|
| Sentuhan Humanis Polisi di Tengah Aksi, Personel Polresta Pati Dampingi Peserta yang Kelelahan |
|
|---|
| Ada Korban Baru Laporkan Ashari ke Polresta Pati, Alami Kekerasan Seksual pada 2013 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260223_pati.jpg)