Bisnis
Tren Positif Pertumbuhan Pariwisata Jateng Dilirik Industri Asuransi
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kunjungan wisatawan mencapai sekitar 53 juta orang.
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sektor pariwisata Jawa Tengah menunjukkan kinerja impresif sepanjang 2025.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kunjungan wisatawan mencapai sekitar 53 juta orang.
Capaian tersebut turut mendorong pertumbuhan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pariwisata hingga 11,79 persen sampai triwulan III 2025, tertinggi dibanding sektor lainnya.
Tren positif ini menegaskan bahwa pariwisata masih menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah.
Baca juga: Gara-gara Ini Kinerja Pemprov Jateng di Sektor Industri dan Pariwisata Menuai Apresiasi
Baca juga: Ketua MPR RI Tinjau Pancuran 13 Guci Tegal, Dorong Penataan dan Pemulihan Pariwisata Pasca Bencana
Ramainya kunjungan wisatawan tidak hanya berdampak pada destinasi wisata, tetapi juga menggerakkan sektor pendukung seperti perhotelan, transportasi, kuliner, hingga pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Melihat potensi tersebut, sejumlah pelaku industri mulai memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan kualitas layanan dan rasa aman bagi wisatawan.
Salah satunya dilakukan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) yang menggandeng sekitar 20 biro perjalanan wisata di Jawa Tengah.
Kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Kantor Askrindo Cabang Semarang pada Februari 2026 itu berlaku selama tiga tahun.
Kolaborasi tersebut menghadirkan produk Asuransi Kecelakaan Diri (Personal Accident) dan Travel Insurance sebagai bagian dari paket perjalanan wisata.
Direktur Bisnis Askrindo, Budhi Novianto, mengatakan sinergi dengan biro travel merupakan bentuk dukungan terhadap pertumbuhan sektor pariwisata di daerah.
“Pariwisata Jawa Tengah punya potensi besar untuk terus tumbuh dan mendorong ekonomi daerah. Karena itu, lewat kolaborasi dengan biro travel, Askrindo ingin ikut mendukung perkembangan pariwisata Jawa Tengah dengan menghadirkan pelindungan asuransi,” ujarnya.
”Sehingga wisatawan bisa merasa lebih aman dan pelaku usaha pariwisata semakin percaya diri dalam mengembangkan layanannya,” sambungnya.
Branch Manager Class I Askrindo Semarang, Gami Aji Libraga, menambahkan bahwa kerja sama ini juga menjadi kelanjutan kolaborasi sebelumnya dengan Perum Perhutani dalam memberikan pelindungan wisata di sejumlah wilayah seperti Blora, Purwodadi, Kendal, dan Gundih.
Ia berharap, pelindungan asuransi dapat menjadi standar dalam setiap perjalanan wisata di Jawa Tengah, sehingga industri pariwisata dapat tumbuh lebih aman, berkelanjutan, dan terpercaya. (Rad)
| Iming-iming Pencairan Cepat Jadi Umpan, Penipuan KUR BRI Marak Beredar |
|
|---|
| Askrindo Catat Premi Awal 2026 Tumbuh 10 Persen |
|
|---|
| Agen Properti di Semarang Mulai Gunakan Format "Dracin" untuk Promosi |
|
|---|
| Trend Bisnis Robotik Car Wash Mulai Masuk Semarang |
|
|---|
| Cicilan Jadi Penopang Daya Beli Warga, WOM Finance Salurkan Pembiayaan Rp5,94 Triliun di 2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260223_PT-Asuransi-Kredit-Indonesia-Askrindo.jpg)