Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Tiyo Ardianto Ketua BEM UGM Soal Teror yang Dialaminya: Ini Republik yang Sakit

Ketua BEM Universitas Gadjah Mada, Tiyo Ardianto, mengungkap adanya serangkaian intimidasi yang ia dan keluarganya terima

Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Rifqi Gozali
TEROR - Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto (kiri) saat berbincang dengan Pemimpin Redaksi Tribun Jateng Ibnu Taufik Juwariyanto (kanan) di teras Omah Dongeng Marwah, Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Kamis (26/2/2026). (Foto: Tribunjateng/Rifqi Gozali). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Ketua BEM Universitas Gadjah Mada, Tiyo Ardianto, mengungkap adanya serangkaian intimidasi yang ia dan keluarganya terima setelah menyampaikan kritik terbuka terhadap kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.

Dalam pertemuan bersama Pemimpin Redaksi Tribun Jateng Ibnu Taufik Juwariyanto di Omah Dongeng Marwah, Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Kamis (26/2/2026) sore, Tiyo memaparkan kronologi teror yang menyasar dirinya, ibunya, serta sejumlah pengurus BEM kampusnya.

Menurut Tiyo, pesan intimidatif terbaru diterima ibunya melalui nomor tak dikenal.

Isi pesan tersebut menyebut adanya organisasi masyarakat di Yogyakarta yang akan melaporkannya ke Polda DIY dengan tuduhan penggelapan dana Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK).

Pesan lain menyebut adanya dosen UGM yang kecewa atas dugaan tersebut, hingga klaim bahwa kepolisian siap mengusut kasus tersebut.

“Ada tiga teror terbaru yang diterima ibu semalam,” kata Tiyo memulai perbincangan dengan Ibnu Taufik Juwariyanto di teras Omah Dongeng Marwah di Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Kamis (26/2/2026) sore.

“Kemudian teror yang ketiga yang diterima ibu mengatakan kalau pihak kepolisian siap mengusut tuntas kasus Tiyo,” kata Ketua BEM Universitas Gadjah Mada tersebut.

Tiyo menegaskan tudingan yang dialamatkan kepadanya tidak berdasar.

Ia menilai pesan-pesan tersebut merupakan bentuk tekanan untuk melemahkan sikap kritisnya terhadap kebijakan publik. 

Baca juga: Ini Isi 3 Koper yang Diamankan KPK dari Rumah Riyoso Kepala DPUTR Pati

Ia juga menyampaikan bahwa awalnya sang ibu merasa khawatir, namun kini telah memahami situasi yang terjadi setelah mendapat penjelasan darinya.

“Sekarang ibu sudah aman.

Saya beri penjelasan sebelumnya,” kata Tiyo.

Tak hanya dirinya, Tiyo mengungkap sekitar 30 hingga 40 pengurus BEM UGM juga sempat menerima pesan bernada serupa.

Ia menilai hal tersebut berkaitan dengan sikap organisasi mahasiswa yang kerap menyuarakan kritik terhadap sejumlah program pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menuai polemik di ruang publik.

Meski menghadapi tekanan, Tiyo menyatakan tidak gentar.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved