Berita Jateng
Fantastis! Perputaran Uang Makan Bergizi Gratis di Jateng Tembus Rp6 Triliun dalam 2 Bulan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadang Hindayana menyebut, perputaran uang MBG mencapai Rp6 triliun di Jawa Tengah selama Januari-Februari 2026.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadang Hindayana menyebut, perputaran uang MBG mencapai Rp6 triliun di Jawa Tengah selama Januari-Februari 2026.
Uang triliunan tersebut untuk operasional sebanyak 3.826 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Uang yang sudah beredar dari Januari sampai hari ini di Jawa Tengah itu kurang lebih 6 triliun rupiah yang disalurkan ke 3.826 SPPG, setiap SPPG menerima 1 miliar perbulan," jelas Dadang dalam paparan pada acara Rakor MBG dengan Pemprov Jateng, Selasa (3/3/2026).
Baca juga: Ketua Satgas: 8 dari 18 SPPG di Kota Salatiga Dinilai Belum Sesuai Infrastruktur
Ia menyebut, sebanyak 70 persen dari dana yang disalurkan oleh BGN melalui virtual account di setiap SPPG digunakan untuk membeli bahan baku mulai dari beras, telur, ayam, sayur, buah, bumbu, minyak dan lainnya.
Porsi lainnya sebanyak 20 persen digunakan untuk membayar operasional termasuk relawan yang bekerja di SPPG.
"Sisanya 10 persen untuk membayar insentif," bebernya.
Dadang mengatakan, Jawa Tengah menempati posisi kedua dengan jumlah SPPG terbanyak yaitu di angka 3.826 unit dari 24.443 unit di seluruh Indonesia.
Provinsi terbanyak dengan jumlah SPPG yakni Jawa Barat dengan 5.581 unit.
Menurut Dadang, sebanyak 13 kabupaten termasuk kota di Jawa Tengah berstatus hijau. Artinya, daerah itu sudah mencapai dari target pendirian SPPG.
Belasan daerah tersebut meliputi Banyumas dari target 183 SPPG yang sudah terbangun 207 SPPG.
Kemudian Kebumen dari target 144 menjadi 164. Kemudian Wonosobo dari 98 menjadi 104. Magelang dari 133 menjadi 139. Klaten dari 127 menjadi 137.
Selanjutnya, Karanganyar dari 93 terbangun 93. Sragen dari 103 jadi 105. Kemudian Pati dari 138 sudah terbangun 156.
Kemudian di Kudus dari 98 jadi 107. Jepara dari 146 jadi 158 unit.
Berikutnya, Demak dari 138 SPPG jadi 143. Kabupaten Semarang dari 112 menjadi 118 dan kota Salatiga dari 27 menjadi 28.
"Pati menjadi target investor berebut masuk ke sana, saya enggak tahu kenapa," terangnya.
| Upaya Taj Yasin Pulihkan Senyum Siswa Korban Sekolah Roboh di Sragen |
|
|---|
| Cara Menghemat Keuangan di Tengah Krisis Energi dan Kenaikan Kebutuhan Pangan |
|
|---|
| Pemprov Jateng Kumpulkan Pengelola Daycare, Usul Pengasuh Daycare Pria Tanda Tangan Pakta Integritas |
|
|---|
| Energi Baru Terbarukan Jateng Capai 517 Megawatt, Paling Potensial PLTA |
|
|---|
| Pemprov Jateng Siapkan Penanganan Sampah Secara Aglomerasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251112_SPPG-kantongi-SHLS.jpg)