Breaking News
Jumat, 15 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Fantastis! Perputaran Uang Makan Bergizi Gratis di Jateng Tembus Rp6 Triliun dalam 2 Bulan

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadang Hindayana menyebut, perputaran uang MBG mencapai Rp6 triliun di Jawa Tengah selama Januari-Februari 2026.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: raka f pujangga
Tribunjateng.com/Dina Indriani
SIAPKAN MBG: Pekerja menyiapkan menu untuk program makan bergizi gratis (MBG). Dari total 17 Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program MBG di Kabupaten Batang, baru enam SPPG yang sudah mengantongi SLHS. (Dok) 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG -  Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadang Hindayana menyebut, perputaran uang MBG mencapai Rp6 triliun di Jawa Tengah selama Januari-Februari 2026.

Uang triliunan tersebut untuk operasional sebanyak 3.826 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Uang yang sudah beredar dari Januari sampai hari ini di Jawa Tengah itu kurang lebih 6 triliun rupiah yang disalurkan ke 3.826 SPPG, setiap SPPG menerima 1 miliar perbulan," jelas Dadang dalam paparan pada acara Rakor MBG dengan Pemprov Jateng, Selasa (3/3/2026).

Baca juga: Ketua Satgas: 8 dari 18 SPPG di Kota Salatiga Dinilai Belum Sesuai Infrastruktur

Ia menyebut, sebanyak 70 persen dari dana yang disalurkan oleh BGN melalui virtual account di setiap SPPG digunakan untuk membeli bahan baku mulai dari beras, telur, ayam, sayur, buah, bumbu, minyak dan lainnya.

Porsi lainnya sebanyak 20 persen digunakan untuk membayar operasional termasuk relawan yang bekerja di SPPG.

JAMIN KEAMANAN - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menjamin keselamatan netizen yang mengkritik menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di media sosial. Hal ini disampaikan Nanik selepas rapat koordinasi MBG dengan Pemprov Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Selasa (3/3/2026). 
JAMIN KEAMANAN - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menjamin keselamatan netizen yang mengkritik menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di media sosial. Hal ini disampaikan Nanik selepas rapat koordinasi MBG dengan Pemprov Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Selasa (3/3/2026).  (TRIBUN JATENG/iwan Arifianto)

"Sisanya 10 persen untuk membayar insentif," bebernya.

Dadang mengatakan, Jawa Tengah menempati posisi kedua dengan jumlah SPPG terbanyak yaitu di angka 3.826 unit dari 24.443 unit di seluruh Indonesia.

Provinsi terbanyak dengan jumlah SPPG yakni Jawa Barat dengan 5.581 unit.

Menurut Dadang, sebanyak  13 kabupaten termasuk kota di Jawa Tengah berstatus hijau. Artinya, daerah itu sudah mencapai dari target pendirian SPPG.

Belasan daerah tersebut meliputi Banyumas dari target 183 SPPG yang sudah terbangun 207 SPPG

Kemudian Kebumen dari target 144 menjadi 164. Kemudian Wonosobo dari 98 menjadi 104. Magelang dari 133 menjadi 139. Klaten dari 127 menjadi 137.

Selanjutnya, Karanganyar dari 93 terbangun 93. Sragen dari 103 jadi 105. Kemudian Pati dari 138 sudah terbangun 156.

Kemudian di Kudus dari 98 jadi 107. Jepara dari 146 jadi 158 unit. 

Berikutnya, Demak dari 138 SPPG jadi 143.  Kabupaten Semarang dari 112 menjadi 118 dan kota Salatiga dari 27 menjadi 28.

"Pati menjadi target investor berebut masuk ke sana,  saya enggak tahu kenapa," terangnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved