Berita Jateng
Waspada Downburst! Memahami Penyebab Rentetan Angin Kencang di Semarang dan Sekitarnya
Hujan deras yang disertai angin kencang kembali menjadi tajuk utama di berbagai wilayah Jawa Tengah pada awal Maret 2026.
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM - Hujan deras yang disertai angin kencang kembali menjadi tajuk utama di berbagai wilayah Jawa Tengah pada awal Maret 2026.
Dari Purbalingga, Semarang, hingga pesisir Batang, pohon-pohon tumbang dan kerusakan infrastruktur menjadi bukti nyata kekuatan alam ini.
Namun, apakah ini hanya sekadar "hujan biasa"?
Baca juga: BREAKING NEWS Hujan Angin Terjang Purbalingga, Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan Utama
Secara ilmiah, ada kombinasi beberapa faktor atmosfer yang membuat awal tahun 2026, khususnya bulan Januari hingga Maret, menjadi periode yang sangat fluktuatif.
1. Puncak Musim Hujan dan Awan Cumulonimbus
Januari hingga Maret 2026 merupakan periode puncak musim hujan untuk wilayah Jawa Tengah. Pada masa ini, kelembapan udara sangat tinggi, yang memicu pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) secara masif.
Awan hitam pekat yang menjulang tinggi seperti menara ini menyimpan energi besar.
Angin kencang yang kita rasakan (sering disebut downburst) terjadi ketika massa udara dingin dari dalam awan turun ke permukaan bumi dengan kecepatan tinggi dan menyebar ke segala arah.
2. Aktivitas Bibit Siklon Tropis di Selatan Jawa
Memasuki Maret 2026, BMKG mendeteksi adanya aktivitas Bibit Siklon Tropis (seperti kode 90S) yang tumbuh di Samudra Hindia, tepat di selatan Pulau Jawa.
Meskipun pusat badai ini berada di laut, ia bekerja seperti "vakum raksasa" yang menarik massa udara di sekitarnya.
Hal ini menyebabkan:
Peningkatan kecepatan angin di daratan (Jawa Tengah).
Pembentukan area konvergensi (pertemuan angin) yang memicu hujan ekstrem.
Gelombang laut tinggi di pesisir selatan.
| Miliki Asrama Atlet Sendiri, NPCI Jawa Tengah Diharapkan Dongkrak Prestasi |
|
|---|
| Badai Perceraian di Tegal dan Cilacap, Ribuan Istri Pilih Menjanda di Awal 2026 |
|
|---|
| Kemenhaj Sarankan Milenial Jadikan Tiket Haji Sebagai Mas Kawin, Kalau Cerai? |
|
|---|
| Dishanpan Jateng Sebut Sayur dan Ikan Dominasi Sampah MBG, SPPG Didorong Kreatif Sajikan Menu |
|
|---|
| BI Jateng Catat IKK Maret 2026 Tembus 116,52, Konsumen Masih Optimistis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260304_pohon-trembesi-roboh-di-Semarang_2.jpg)