Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Asuransi

Industri Asuransi Diproyeksi Tumbuh 5–7 Persen pada 2026

Pelaku industri memproyeksikan pertumbuhan industri asuransi nasional pada 2026 berada di kisaran 5–7 persen.

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Istimewa
MENJELASKAN – Head of Business Qoala Plus, Tirto Utomo memproyeksikan pertumbuhan industri asuransi nasional pada 2026 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Pelaku industri memproyeksikan pertumbuhan industri asuransi nasional pada 2026 berada di kisaran 5–7 persen, seiring dengan optimisme terhadap kinerja sektor keuangan dan meningkatnya kebutuhan perlindungan risiko masyarakat.

Di sisi lain, penguatan regulasi juga terus didorong oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat struktur industri serta meningkatkan perlindungan konsumen terhadap produk asuransi.

Head of Business Qoala Plus, Tirto Utomo, mengatakan dalam satu tahun terakhir industri asuransi menghadapi periode yang cukup menantang.

“Perubahan regulasi, dinamika pasar, serta ekspektasi nasabah terhadap produk dan layanan asuransi yang semakin tinggi menjadi tantangan tersendiri bagi industri,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).

Baca juga: Petani Sarirejo Pati Keluhkan Pembangunan KDMP Karena Saluran Irigasi Terhambat, Kades Klarifikasi

Baca juga: Mengenal Backstagers, Komunitas Pelaku Event yang Menggerakkan Industri dari Balik Panggung

Melihat peluang sekaligus tantangan tersebut, platform distribusi asuransi Qoala Plus menggelar forum edukasi Qonnect+ 2026 bertema “Be a Super Agent”. 

Program ini digelar secara roadshow di lima kota, yakni Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, dan Jakarta.

Melalui kegiatan tersebut, Qoala Plus memberikan edukasi kepada para mitra mengenai gambaran besar pertumbuhan industri asuransi umum, termasuk faktor pendorong pertumbuhan premi serta dinamika perusahaan asuransi sepanjang 2025.

Peserta juga dibekali pemahaman terkait sejumlah potensi perubahan regulasi pada 2026 yang dapat memengaruhi bisnis asuransi

Beberapa di antaranya mencakup peningkatan modal setor minimum perusahaan asuransi, lisensi keagenan, hingga perkembangan regulasi asuransi wajib kendaraan bermotor.

Selain edukasi industri, Qoala Plus juga memperkenalkan pengembangan fitur dalam aplikasinya untuk membantu mitra dalam proses distribusi produk asuransi.

Beberapa inovasi yang telah dihadirkan antara lain fitur layanan asuransi kendaraan bermotor yang memudahkan proses penutupan polis hingga pengajuan klaim.

Sementara pada produk asuransi kesehatan karyawan, perusahaan mulai mengadopsi teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membantu proses kerja mitra agar lebih cepat dan efisien.

Sepanjang 2025, Qoala Plus juga memperluas distribusi berbagai produk asuransi baik untuk individu maupun korporasi. 

Produk yang dipasarkan meliputi asuransi kendaraan bermotor, properti, pengiriman barang, kesehatan grup atau karyawan, hingga perlindungan alat berat.

Salah satu mitra Qoala Plus, Panji Hagarayu Sapta, menilai kegiatan Qonnect+ membantu mitra memahami arah perkembangan industri sekaligus peluang bisnis di sektor asuransi.

“Acara ini membantu saya melihat gambaran besar industri asuransi dan langkah praktis yang bisa diterapkan di lapangan," tuturnya

"Jadi lebih siap menghadapi tantangan bisnis di 2026 dan memberikan layanan yang lebih cepat kepada nasabah,” tambahnya.(Rad)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved