Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Longsor Lagi, Akses ke Desa Tempur Jepara Tertutup Total

Tebing setinggi kurang lebih 100 meter dengan lebar 75 meter di Jalan Damarwulan-Tempur, Jepara, longsor lagi, pada Selasa (10/3/2026) malam.

TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Tribun Jateng Hari Ini Kamis 12 Maret 2026 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Jalur utama menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, longsor lagi.

Tebing setinggi kurang lebih 100 meter dengan lebar 75 meter di Jalan Damarwulan-Tempur longsor, pada Selasa (10/3/2026) malam.

Jalan tersebut merupakan akses utama bagi masyarakat Tempur menuju wilayah Kota Jepara dan sebaliknya.

Longsor itu membuat akses utama ke Desa Tempur lewat jalur Damarwulan tertutup total.

Satu-satunya akses yang bisa dilalui kendaraan melalui jalur memutar lewat Medani, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati.

Namun akses tersebut tidak bisa dilalui oleh kendaraan besar seperti truk karena badan jalan yang relatif kecil.

Bencana longsor yang melanda Desa Tempur ini dikonfirmasi Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, pada Rabu (11/3/2026) pagi.

Arwin mengatakan, longsor kembali melanda pada satu titik yang sebelumnya sudah mengalami longsor pada bencana besar, beberapa waktu lalu.

Kali ini, luas tebing yang mengalami longsor lebih lebar dan lebih tinggi sehingga material longsor yang menutup akses jalan lebih banyak.

"(Titik) Longsor yang kemarin di batu besar, sekarang longsor lagi lebih banyak lagi. Lokasinya sekitar satu kilometer sebelum jalan yang sebelumnya putus di jalur Damarwulan-Tempur," terangnya.

Arwin mengatakan, BPBD sudah mengecek situasi dan kondisi lokasi yang mengalami longsor, termasuk kondisi material longsor yang menutup akses jalan.

Menurur dia, longsor segera ditangani, pada Rabu kemarin, dengan mengerahkan sejumlah alat berat.

Namun tim BPBD dihadapkan sejumlah hambatan untuk bisa mendatangkan alat berat pemecah batu dan ekskavator untuk bekerja sekaligus dalam penanganan longsor.

"Hambatannya harus pakai ekskavator breaker. Bawa breaker menggunakan truk hanya bisa lewat Damarwulan. Sementara backhoe di selatan longsoran, breaker di utara longsoran. Dua alat berat ini harus disatukan untuk bisa mengerjakan penanganan longsoran," tutur Arwin.

“Penanganan longsoran dilakukan secepatnya, supaya akses jalan utama ke Desa Tempur segera terbuka kembali,” imbuhnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved