Berita Jateng
Kesiapsiagaan Pengamanan Mudik Lebaran 2026 Dimulai, Jateng Sambut Hangat Para Pemudik
Pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di Jawa Tengah telah dimulai ditandai dengan Operasi Ketupat Candi, Kamis (12/3/2026).
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di Jawa Tengah telah dimulai.
Hal itu ditandai dengan apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi di Markas Polda Jawa Tengah, Kamis,12 Maret 2026.
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Apel ini juga sekaligus memastikan kesiapan personel serta sarana prasarana dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran.
Baca juga: Ini Daftar Lokasi Potensi Macet Selama Arus Mudik Lebaran di Kota Semarang
Operasi Ketupat Candi difokuskan pada pengamanan arus lalu lintas, tempat ibadah, pusat keramaian, kawasan wisata, hingga objek vital lainnya, agar masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman.
Dalam apel tersebut, Gubernur Luthfi membacakan amanat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Amanat tersebut menegaskan apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel, sarana dan prasarana, sekaligus wujud komitmen sinergi lintas sektoral dalam rangka menyukseskan pengamanan mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.
“Keberhasilan tugas ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu, terus tingkatkan solidaritas dan sinergitas dalam setiap pelaksanaan tugas, sehingga masyarakat dapat melaksanakan mudik dengan aman dan nyaman,” demikian amanat Kapolri yang dibacakan gubernur.
Kapolri juga mengingatkan seluruh personel agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai bentuk pengabdian.
“Selama bertugas, jadikan setiap penugasan sebagai kehormatan, setiap tantangan sebagai panggilan tugas, serta setiap pelayanan kepada masyarakat sebagai ladang ibadah,” demikian amanat Kapolri.
Di Jawa Tengah sendiri, mobilitas masyarakat selama periode mudik diperkirakan meningkat signifikan. Potensi pergerakan masyarakat menuju Jawa Tengah mencapai sekitar 38,71 juta orang, dengan estimasi 17,7 juta orang masuk ke wilayah Jawa Tengah selama periode mudik.
Mobilitas diperkirakan meningkat terutama di jalur Tol Trans Jawa, jalur Pantura, jalur selatan, serta jalur wisata, mengingat Jawa Tengah tidak hanya menjadi tujuan mudik, tetapi juga daerah transit bagi pemudik menuju Jawa Timur maupun Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai kerawanan seperti kemacetan lalu lintas, kecelakaan, kepadatan di rest area, hingga gangguan keamanan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama instansi terkait juga menyiapkan berbagai langkah untuk mendukung kelancaran arus mudik, di antaranya melalui posko terpadu, patroli di titik rawan kemacetan, serta penambahan CCTV dan rambu lalu lintas portable.
Selain itu, dilakukan ramp check kendaraan di terminal serta penyediaan program mudik dan balik rantau gratis menggunakan kereta api dan bus bagi masyarakat.
| Sungai Plumbon Semarang Jebol, Pemprov Jateng Siapkan Penanganan Darurat Hingga Jangka Panjang |
|
|---|
| Sosok Gadis yang Bikin Lomba Komentar Rasis Terungkap, Anak Polisi Berpangkat Kompol di Polda Jateng |
|
|---|
| Sosok Orang Tua Wanita yang Ngaku Kebal Hukum Ternyata Bertugas di Akpol Semarang, Ini Pangkatnya |
|
|---|
| Program Speling Pemprov Jateng Sudah Layani 102.291 Jiwa |
|
|---|
| Mohammad Saleh Dorong Koperasi Merah Putih Serap Produk Unggulan Desa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260312_Pengamanan-arus-mudik-dan-arus-balik-Lebaran-2026_1.jpg)