Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

OTT KPK Bupati Cilacap

Sumarno Sempat Telepon Sekda Cilacap: Tidak Diangkat, Ternyata Ada OTT KPK

Sekda Jateng, Sumarno prihatin atas ditangkapnya Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dalam OTT KPK pada Jumat (13/3/2026).

|
Penulis: iwan Arifianto | Editor: deni setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sekda Jateng, Sumarno prihatin atas ditangkapnya Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Jumat (13/3/2026).

Dia menyebut, Bupati Cilacap kini telah dibawa tim penyidik KPK ke Jakarta.

Pihaknya pun kini masih terus memantau perkembangan atas peristiwa tersebut.

Baca juga: Sosok Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Terjaring OTT KPK saat Rapat

Wali Kota Agustina: 97 Persen Jalan di Semarang Siap Sambut Pemudik

"Kami memperoleh informasi kalau ada penangkapan (Bupati Cilacap)."

"Kami tadinya tidak tahu kalau Pak Sekda juga kena."

"Saya tadi sudah sempat kontak nomor beliau (Sekda Kabupaten Cilacap), tetapi tidak diangkat."

"Jadi saya belum tahu situasinya sampai saat ini," papar Sumarno kepada Tribunjateng.com, Kamis (13/3/2026).

Atas penangkapan ini, Sumarno memastikan pelayanan kepada masyarakat Cilacap terutama menjelang mudik Lebaran ini akan tetap berjalan.

"Kami akan ke Cilacap untuk asistensi ke wilayah tersebut."

"Kami berharap teman-teman di Cilacap, aktivitas untuk pelayanan masyarakat yang penting tetap berjalan baik," terangnya.

Sumarno belum mengetahu pasti obyek hukum yang menjerat Bupati Cilacap.

Kendati demikian, dia mengakui, ada beberapa proyek yang rawan dilanggar oleh para Bupati dan Walikota seperti masalah jual-beli jabatan dan uang fee atau cashback proyek.

"Kami selalu ingatkan kepada teman-teman di daerah agar menjaga integritas," paparnya.

Baca juga: BREAKING NEWS, KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK Periksa Bupati Syamsul di Polresta Banyumas Pasca OTT

Dia mengklaim, Pemprov Jateng sudah membangun sistem untuk menekankan integritas ini. Namun hal tersebut kembali tergantung ke masing-masing mentalitas kepala daerah. 

"Kami di provinsi sampai bosan (karena) sering menyampaikan soal ini," terangnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved