Tribun Jateng Hari Ini
Ruang Sekda Disegel, Kantor Setda Sepi usai OTT KPK di Cilacap
Kompleks kantor Setda Cilacap tampak sepi, terlihat adanya penyegelan pada beberapa ruangan pejabat tinggi daerah.
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: Vito
TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Suasana berbeda dari biasanya tampak di kompleks Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Cilacap, usai operasi tangkap tangan (OTT) Komisi pemberantasan Korupsi (KPT) terhadap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rochman dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Cilacap.
Aktivitas di area kantor pemerintahan terlihat lebih sepi, sementara sejumlah pegawai tampak berbincang pelan di beberapa sudut gedung setelah kabar OTT tersebut menyebar.
Tak hanya itu, suasana di kawasan Alun-alun Cilacap yang berada tak jauh dari kantor pemerintahan juga tampak lengang.
Beberapa warga yang melintas terlihat pun saling membicarakan kabar penangkapan pejabat daerah oleh KPK itu.
Pantauan di kompleks kantor Sekretariat Daerah (Setda) Cilacap terlihat adanya penyegelan pada beberapa ruangan pejabat tinggi daerah.
Ruang kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Cilacap hingga ruang asisten sekda terlihat dipasangi segel oleh penyidik KPK.
Pada pintu ruang kerja Sekda Cilacap, Sadmoko Danardono, tampak segel bertuliskan “Dalam Pengawasan KPK - Jumat, 13 Maret 2026.”
Penyegelan tersebut diduga berkaitan dengan proses penyelidikan atas OTT yang dilakukan lembaga antirasuah itu.
Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti dokumen maupun barang apa saja yang menjadi fokus penyelidikan penyidik KPK.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebut OTT itu terjadi saat sejumlah pejabat Pemkab Cilacap tengah mengikuti rapat di lingkungan Setda.
Beberapa pejabat yang diduga ikut diamankan kemudian dibawa menggunakan sebuah bus yang sebelumnya terparkir di area Samsat Cilacap.
Kepala Bagian Humas Setda Cilacap, Martono, juga belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi berkait dengan kabar OTT KPK tersebut.
Sementara, Wakil Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya mengaku belum mengetahui secara pasti berkait dengan informasi OTT KPK di lingkungan Pemkab Cilacap, Jumat (13/3).
Ia menyatakan, baru mendengar kabar adanya kegiatan KPK di wilayah Cilacap, namun belum dapat memastikan apakah kegiatan itu merupakan OTT atau sekadar pemeriksaan. "Belum tahu apakah OTT atau baru diperiksa," ujarnya, Jumat (13/3) malam.
Ammy menuturkan, belum mendapat informasi pasti apakah Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rahman ikut terjaring dalam kegiatan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ruang-sekda-cilacap-disegel-kpk.jpg)