Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Diduga Terima Uang Proyek, Bupati Cilacap Terjaring OTT KPK

OTT KPK tersebut berkait dengan penerimaan dalam pengurusan proyek di Pemkab Cilacap. 

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Vito
TRIBUN JATENG/Permata Putra Sejati
PENJAGAAN - Petugas melakukan penjagaan di Gedung Satreskrim Polresta Banyumas saat berlangsungnya pemeriksaan awal Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman, Jumat (13/3). KPK melakukan OTT terhadap Bupati dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Cilacap berkait dengan penerimaan dalam pengurusan proyek di kabupaten itu. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Cilacap, Jumat (13/3). 

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, OTT tersebut berkait dengan penerimaan dalam pengurusan proyek di Pemkab Cilacap. 

“Terkait dengan kegiatan penyelidikan tertutup hari ini di wilayah Cilacap, diduga adanya penerimaan yang dilakukan oleh pihak bupati berkaitan dengan proyek-proyek yang ada di Kabupaten Cilacap,” katanya, di Gedung Merah Putih, Jakarta, Jumat (13/3). 

Menurut dia, KPK menangkap 27 orang dalam OTT tersebut, yang terdiri dari Bupati Cilacap, ASN, dan pihak swasta. “Dari penyelenggara negara, ASN, dan mungkin ada beberapa juga dari pihak swastanya,” ujarnya. 

Budi menuturkan, Bupati Syamsul Auliya masih dilakukan pemeriksaan secara intensif untuk kemudian dibawa ke Jakarta.

“Nantinya tentu tim akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, dan dibawa ke Gedung KPK Merah Putih,” ucapnya. 

Dia menambahkan, barang bukti yang diamankan dalam operasi senyap itu berupa uang tunai. “Barang bukti yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini salah satunya adalah dalam bentuk uang tunai, jumlahnya nanti kami akan update kembali,” bebernya.

Adapun, Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman menjalani pemeriksaan di Mapolresta Banyumas, Jumat (13/3), setelah terjaring OTT KPK.

Orang nomor satu di Kabupaten Cilacap itu tiba di Mapolresta Banyumas sekitar pukul 16.15, menggunakan bus pariwisata berwarna kuning bernopol R 7127 OT.

Menurut informasi dari seorang anggota polisi di lingkungan Polresta Banyumas yang enggan disebutkan namanya, Syamsul tidak datang sendirian. 

Ia tiba bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Cilacap. "Ada banyak orang di bus," ujar sumber itu, kepada Tribunbanyumas.com.

Selain rombongan bus, tim KPK juga terlihat datang menggunakan beberapa mobil kecil yang turut mengawal proses pemeriksaan tersebut.

Sumber itu menyebut, aktivitas yang dilakukan di Mapolresta Banyumas merupakan pemeriksaan awal terhadap pihak-pihak yang diamankan dalam OTT tersebut. "Masih pemeriksaan awal," tukasnya.

Pantauan hingga sekitar pukul 17.06, Syamsul bersama sejumlah pejabat dari Pemkab Cilacap masih menjalani pemeriksaan di Gedung Satreskrim Polresta Banyumas.

Pantauan di Mapolresta Banyumas, sejumlah pejabat Pemkab Cilacap terlihat berada di lingkungan Satreskrim Polresta Banyumas pada Jumat (13/3) sore, menyusul informasi OTT KPK. Mereka juga sempat menjalankan ibadah salat Asar di Masjid Polresta Banyumas. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved