Berita Semarang
Scoopy Terperosok ke Kebun, Rem Blong di Turunan Umbul Sidomukti Semarang
Kecelakaan terjadi di jalur wisata Umbul Sidomukti, tepatnya di turunan Mrigen, Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kecelakaan terjadi di jalur wisata Umbul Sidomukti, tepatnya di turunan Mrigen, Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Kamis (26/3/2026).
Insiden ini melibatkan sepeda motor Honda Scoopy K 4734 PR yang mengalami rem blong saat melintasi jalur menurun.
Peristiwa tersebut menimpa seorang wisatawan, Widyanti (34), warga Pedurungan Kota Semarang, yang saat itu berboncengan dengan suaminya, Roy (34), serta anak perempuan mereka berusia 5 tahun.
Ketiganya diketahui hendak kembali seusai menginap di kawasan wisata pegunungan tersebut.
Baca juga: Kasus AJN Ngaku Ajudan Gubernur Lakukan Percobaan Pemerkosaan di Hotel Semarang, Ini Updatenya
• Hasil Visum 2 Pria Tewas Membusuk di Atap Masjid Brebes, Polisi: Tersengat Listrik PLN
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban melintasi turunan Mrigen yang dikenal cukup curam.
Diduga, sistem pengereman kendaraan tidak berfungsi optimal akibat panas berlebih, hingga akhirnya motor tidak dapat dikendalikan dan terjatuh ke kebun milik warga.
Akibat kejadian tersebut, Widyanti mengalami luka, sementara suami dan anaknya selamat.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu sempat panik dan tidak berani melakukan evakuasi, sehingga segera melaporkan kepada petugas Pos Pengamanan (Pospam Bandungan).
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Pospam bersama petugas dari kawasan wisata langsung mendatangi lokasi dan melakukan evakuasi korban menggunakan kendaraan operasional menuju RS Ken Saras untuk mendapatkan penanganan medis.
Suami korban, Roy mengungkapkan bahwa sebelum kejadian dirinya sudah merasakan adanya gangguan pada sistem pengereman.
“Saat di turunan, kami sudah merasa rem mulai tidak pakem, bahkan sekira 50 meter sebelum lokasi sudah terasa blong."
"Padahal, sebelumnya sempat kami guyur air, tapi karena kondisi jalan ramai dan harus sering mengerem, akhirnya tidak berfungsi,” ungkapnya.
Roy juga menyampaikan apresiasi atas respons cepat petugas di lapangan.
"Kami berterima kasih kepada petugas Pospam dan warga sekitar yang cepat membantu. Penanganannya sangat cepat sehingga istri saya bisa segera dibawa ke rumah sakit," tambahnya.
Kapospam Bandungan, AKP Solekhan menjelaskan, langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.
| Wali Kota Semarang Respons Viral Dugaan Parkir Liar di Kota Lama, Minta Penertiban Diperketat |
|
|---|
| Warisan Sejak 1960 dalam Koper Kecil: Kisah Ali Menjaga Tradisi Cuci Mata di Kota Semarang |
|
|---|
| "Tuhan Tidak Tidur!" Sumpah Serapah Iringi Vonis 3 Tahun Jap Ferry Sanjaya Kasus Plaza Klaten |
|
|---|
| Soroti Relokasi PKL, Ketua Komisi C DPRD Pati Joni Kurnianto Raih Doktor Cumlaude dari FH Untag |
|
|---|
| PLTS Jadi Tren, Industri di Semarang Mulai Beralih ke Energi Surya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260326-_-Motor-Rem-Blong-di-Turunan-Umbul-Sidomukti-Semarang.jpg)