Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Transportasi

Mengintip Nasib Transportasi Berbasis Armada di Tengah Gempuran Aplikasi

Maraknya layanan transportasi berbasis aplikasi, kebutuhan masyarakat terhadap angkutan yang aman dan memiliki kepastian tarif .

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Istimewa
ANGKUTAN - Angkutan Umum berbasis Armada 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Maraknya layanan transportasi berbasis aplikasi, kebutuhan masyarakat terhadap angkutan yang aman dan memiliki kepastian tarif masih menjadi pertimbangan utama dalam memilih moda perjalanan.

Perubahan perilaku penumpang ini terlihat dari meningkatnya penggunaan layanan transportasi yang mengedepankan standar pelayanan, mulai dari kondisi armada, profesionalitas pengemudi, hingga transparansi harga. 

Di sisi lain, persaingan dengan layanan berbasis aplikasi tetap mendorong operator angkutan konvensional untuk beradaptasi, terutama melalui penguatan layanan digital.

PT Blue Bird Tbk mencatatkan kinerja tertinggi sejak era disrupsi digital.

Baca juga: Tak Ada Lagi Konsumsi saat Rapat DPRD Blora, Dampak Efisiensi?

Baca juga: Bupati Dorong Integrasi Transportasi Stasiun Purwokerto, Target Ekonomi Baru Tumbuh dari Pintu Barat

Sepanjang 2025, emiten berkode BIRD ini membukukan pendapatan Rp5,7 triliun atau tumbuh 13,2 persen secara tahunan. 

Angka ini penanda bahwa transportasi publik berbasis armada masih punya tempat bagi masyarakat.

Pertumbuhan itu ditopang dari dua arah taksi dan non-taksi. Meski Bluebird tak lagi berdiri sebagai “sekadar taksi biru”, namun juga menjadi ekosistem mobilitas.

Direktur Utama Andre Djokosoetono menjelaskan Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) tercatat Rp1,34 triliun, sementara laba bersih mencapai Rp643,4 miliar.

“Pencapaian ini mencerminkan konsistensi kinerja di tengah investasi berkelanjutan untuk peremajaan
armada, peningkatan kesiapan layanan, serta pengembangan kapabilitas digital,” ujarnya dikutip dari keterangan resminya, Selasa (31/3/2026).

"Saat ini, kami secara kontinyu melakukan akselerasi untuk memperkuat posisi sebagai
perusahaan Mobility-as-a-Service yang menghadirkan solusi mobilitas multimoda.” tambahnya.

Pihaknya menyebut, capaian ini lahir dari konsistensi layanan dan investasi berkelanjutan mulai dari peremajaan armada hingga penguatan digital.

Secara sederhana, perusahaan tidak hanya mampu bertahan di tengah perubahan industri, tetapi juga mulai bersaing kembali di pasar yang sebelumnya didominasi layanan berbasis aplikasi.

“Perubahan perilaku penumpang terlihat dari meningkatnya penggunaan layanan digital. Aplikasi MyBluebird kini menyumbang sekitar 40 persen dari total transaksi, dengan jumlah pengguna meningkat lebih dari 30 persen,” ujarnya.

Selain itu, fitur “Fixed Price” mencatatkan pertumbuhan hingga dua kali lipat, menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap kepastian tarif.

Di sisi operasional, PT Blue Bird Tbk menambah sekitar 1.800 armada sepanjang 2025, sehingga total armada mencapai lebih dari 26.000 unit, termasuk kendaraan listrik. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved