Breaking News
Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Waspada! Ribuan Kasus Campak Tersebar di Jateng, Ini Daerah Paling Terdampak

Penyebaran penyakit campak di Jawa Tengah menunjukkan tren peningkatan signifikan hingga akhir Maret 2026.

Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
IST
ILUSTRASI VAKSINASI CAMPAK - Kegiatan vaksinasi campak yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pati pertengahan Maret 2026 ini. Dok Dinas Kesehatan Kabupaten Pati 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 1.757 kasus suspek campak tercatat di Jawa Tengah, dengan lima daerah memenuhi kriteria KLB.
  • Lonjakan kasus terjadi sejak Januari 2026, namun belum ada laporan kematian akibat campak.
  • Imunisasi dan deteksi dini menjadi langkah utama untuk menekan penyebaran penyakit.

 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penyebaran penyakit campak di Jawa Tengah menunjukkan tren peningkatan signifikan hingga akhir Maret 2026.

Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 1.757 kasus suspek campak tersebar di 35 kabupaten/kota.

Dari jumlah tersebut, lima daerah dinilai telah memenuhi kriteria kejadian luar biasa (KLB), yakni Cilacap, Klaten, Pati, Brebes, dan Kudus.

Kondisi ini memicu kewaspadaan tinggi dari pemerintah daerah dan tenaga kesehatan.

 Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jawa Tengah, Heri Purnomo, menyampaikan bahwa upaya pengendalian terus dilakukan melalui pelacakan kasus dan program Outbreak Response Immunization (ORI).

“Jadi sampai akhir Maret total ada 1.757 suspek campak di 35 kabupaten/kota.

Kemudian memang ada 5 kabupaten kota yang mengalami peningkatan kasus ya dan sudah memenuhi kriteria KLB,” ungkap Heri melalui sambungan telepon, Kamis (2/4/2026).

Baca juga: Visualisasi Jalan Penyaliban Yesus di Bongsari Semarang Jadi Ruang Refleksi Umat Katolik

Meski belum ada penetapan resmi KLB dari pemerintah daerah, secara medis dan epidemiologi kondisi tersebut sudah memenuhi indikator KLB.

 
Kudus Tertinggi, Cilacap Terbanyak Positif

Data Dinkes menunjukkan bahwa jumlah suspek campak tertinggi berada di Kudus dengan 228 kasus, diikuti Brebes sebanyak 126 kasus dan Banyumas 120 kasus.

Sementara itu, kasus yang telah terkonfirmasi positif campak paling banyak ditemukan di Cilacap dengan 21 kasus, disusul Pati 18 kasus dan Banyumas 14 kasus.

“Yang positif campak ada 114 di Jateng,” katanya.

 Lonjakan kasus campak di Jawa Tengah mulai terlihat sejak Januari 2026 dan terus dipantau hingga saat ini.

Meski demikian, tidak ada laporan kematian akibat penyakit tersebut.

“Memang peningkatan kasus paling tinggi itu di bulan Januari,” ujarnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved